Wabah Covid-19, Anies Baswedan: Tidak Pakai Masker Berarti Tidak Hargai Diri Sendiri dan Orang Lain

Penggunaan masker yang masih kerapkali diabaikan oleh masyarakat juga menjadi sorotan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dokumentasi Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat didatangi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Gatot Eddy Pramono pada Selasa (18/8/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah merebaknya wabah virus corona Covid-19 yang juga sudah ditetapkan sebagai pandemi global, masker adalah salah satu protokol kesehatan yang harus ditaati.

Hal ini karena masker dapat membantu mengurangi risiko penyebaran virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 tersebut.

Penggunaan masker yang masih kerapkali diabaikan oleh masyarakat juga menjadi sorotan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies Baswedan menyatakan warga yang tidak mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19 berarti tidak menghargai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

"Kalau kita menggunakan masker dengan baik, artinya kita menghormati dan melindungi orang lain dan diri sendiri dengan baik," kata Anies di Jakarta, Kamis (20/8/2020), seperti dikutip Antara.

Sebaliknya, ketika jika tidak menggunakan masker dengan baik, artinya tidak menghormati dan menghargai orang.

Anies juga menyampaikan bahwa selama ilmuwan belum menemukan penawar wabah ini, mengenakan masker adalah salah satu cara penghentian penularan Covid-19.

Bahas Kerjasama Soal Vaksin Covid-19, Erick Thohir dan Retno Marsudi Temui Pemerintah China

ICW: Pemerintah Belanjakan Rp1,29 Triliun untuk Aktivitas Digital, Rp90,54 Miliar Bayar Influencer

Kronologi Kasus Polisi yang Minta Rp 1 Juta Saat Tilang Turis Jepang, Terjadi 2019 di Jembrana

"Selama belum ada vaksin, maka vaksin kita adalah masker kita ini, karena itu harus senantiasa dipakai terus," katanya.

Anies meminta masyarakat tertib menggunakan masker di mana saja dan kapan saja, termasuk saat merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah.

"Memperingati 1 Muharram, masuk tahun baru dan semua menggunakan masker. Saya rasa ini pergantian tahun bermasker satu-satunya. Sepanjang perjalanan usia kita, ya baru sekarang kita pakai masker terus-menerus. Ini dalam kondisi wabah, ada pandemi," kata Anies.

Diterjang wabah selama sekitar lima bulan, Anies berharap Jakarta lekas pulih dari pandemi dengan berkolaborasi bersama masyarakat dan tidak hanya mengandalkan kerja pemerintah.

Untuk mengurangi penularan, maka harus mengurangi interaksi.

"Insya Allah kita bisa segera bebas. Tapi ini membutuhkan kerja bersama. Virusnya menular lewat interaksi," katanya.

Pemprov DKI Jakarta kembali mengumumkan perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Ibu Kota, Kamis.

Hari ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta bertambah 595 orang.

Meski demikian, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh lebih banyak ketimbang temuan kasus baru, yakni 726 orang.

Di sisi lain, ada 15 pasien Covid-19 yang wafat berdasarkan data hari ini.

Sehingga, secara garis besar, kasus aktif atau jumlah pasien yang sedang ditangani saat ini berkurang 146 orang, menjadi 8.901 pasien.

Pada hari ini, DKI Jakarta memeriksa 6.391 orang menggunakan metode tes swab PCR.

Jumlah itu setara 54 persen dari jumlah 11.774 orang yang dites swab PCR di seluruh Indonesia hari ini.

Sepekan terakhir ini, Pemprov DKI Jakarta melakukan tes PCR terhadap 48.477 orang.

Jumlah ini setara dengan 4,5 kali dari target minimal yang ditetapkan WHO, yang mengharuskan Jakarta sedikitnya memeriksa 10.645 orang per pekan.

Heboh Film Pendek Tilik, Julidnya Tokoh Bu Tejo Jadi Sorotan, Ini Penjelasan dari Produsernya

Ditanya Soal Kemungkinan Jadi Presiden RI, Ganjar Pranowo Tak Ingin Gede Rasa Alias GR

Kedapatan Racik Ekstasi di Ruang VVIP RS Swasta di Salemba, Napi Ami Utomo Dipindah ke Nusakambangan

Di sisi lain, data terbaru hari ini membuat positivity rate/rasio temuan kasus positif di Jakarta selama sepekan terakhir turun.

Kemarin, positivity rate Covid-19 DKI Jakarta selama sepekan belakangan mencapai 8,6 persen.

Hari ini, angka itu menjadi 7,9 persen.

Meskipun angkanya turun, positivity rate di Jakarta tetap melampaui batas aman WHO.

Organisasi Kesehatan Dunia itu menetapkan, batas aman positivity rate suatu wilayah idealnya tak lebih dari 5 persen dalam sepekan.

Sejak pandemi merebak pada Maret 2020, hingga kini DKI Jakarta telah melaporkan total 31.757 kasus positif Covid-19.

Sebanyak 21.795 pasien sudah dinyatakan pulih, membuat tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jakarta mencapai 68,6 persen.

Selain itu, 1.061 pasien Covid-19 di Jakarta meninggal dunia.

Jumlah kematian ini setara 3,3 persen dari total kasus di Jakarta.

Angka ini sedikit lebih rendah ketimbang tingkat kematian nasional sebesar 4,4 persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies: Tak Pakai Masker Tidak Hargai Diri Sendiri dan Orang Lain"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved