Pemain Persib Bandung Lakukan Latihan Tak Biasa, Robert Alberts: Untuk Penyegaran Kondisi Tim
Tim asuhan Robert Alberts itu menjalani latihan dengan bermain slow pitch di Lapangan Softball Lodaya, Bandung, Selasa 1 September 2020 pagi.
Penulis: Imam Saputro |
TRIBUNPALU.COM - Para pemain Persib Bandung melakukan variasi latihan yang berbeda dari biasanya.
Tim asuhan Robert Alberts itu menjalani latihan dengan bermain slow pitch di Lapangan Softball Lodaya, Bandung, Selasa 1 September 2020 pagi.
Slow pitch adalah salah satu jenis permainan dalam olahraga softball.
Tim dibagi menjadi dua, yakni tim biru dan tim putih.
Febri Hariyadi tampil gemilang dalam permainan kali ini.
Ia mampu membuat poin dengan home run yang tak mampu digagalkan tim biru.
Hal itu juga dilakukan Fabiano Da Rosa Beltrame yang disambut gembira para rekannya.
Permainan dimenangkan oleh tim biru dengan skor 6-3.
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengatakan, permainan softball tersebut bertujuan untuk menghindarkan pemain dari rasa jenuh.
Terlebih, ketatnya lanjutan kompetisi Liga 1 2020 sudah semakin dekat.
"Saya memang ingin menciptakan suasana yang ceria dengan softball ini. Hari ini waktunya untuk pemain relaksasi karena kompetisi sudah dekat. Seperti kita semua tahu tensi di kompetisi itu sangat ketat dan sibuk," ujar Robert.
"Ada rekomendasi dari Gilang (Kusumah), pelatih freeletics yang juga pemain softball. Bandung juga mempunyai fasilitas softball. Jadi, apa salahnya untuk dicoba," lanjutnya sembari tersenyum.
Pelatih asal Belanda ini menambahkan, variasi latihan semacam ini perlu dilakukan demi menjaga suasana serta mood tim asuhannya tetap baik.
"Menyuguhkan suasana berbeda karena ini bagus untuk para pemain. Kami tidak harus berada di latihan dengan tensi tinggi. Variasi latihan dengan ceria di softball cukup bagus untuk menyegarkan pikiran tim," katanya.
Fokus tingkatkan kualitas fisik dan mental
Persib Bandung juga terus berbenah menyambut bergulirnya kembali Liga 1 pada Oktober mendatang.
Kompetisi yang sempat terhenti membuat kondisi fisik dan metal para pemain Persib tak optimal.
Kemenangan tentu masih jadi incaran utama Muang Bandung.
Apalagi sebelum kompetisi dihentikan, Persib Bandung ada di puncak klasemen.
Kini menjelang bergulirnya lagi Liga 1 pada Oktober 2020, Persib berjuang untuk mengembalikan performa fisik dan mental para pemainnya.
Pelatih fisik Persib Bandung Yaya Sunarya mengatakan kondisi fisik para pemain Persib setelah tiga minggu berlatih bersama mengalami peningkatan yang menggembirakan.
• Persib Bandung Gelar Latihan Sambut Liga 1 2020, 5 Pemain Masih Absen, Wander Luiz dalam Perjalanan
Yaya mengakui banyak peningkatan yang ditunjukkan Wander Luiz dan kawan-kawan.
Ia pun merasa puas terhadap hasil kerja keras semua pemain untuk mengembalikan kebugaran usai jeda panjang akibat pandemi.
"Progres kondisi pemain sangat bagus. Kita melihat dari segi visual, dalam setiap sesi latihan ada game. Meskipun tidak seluruhnya 90 menit, tapi secara visual bisa terlihat dari performa mereka di babak pertama dan kedua," papar Yaya di laman resmi klub.
Meski demikian, Yaya berserta tim pelatih akan terus melakukan pemantauan lebih rinci untuk mengetahui perkembangan setiap individu pemain.
"Untuk lebih jelasnya lagi, kita tidak hanya melihat progres pemain dari sisi visual. Kita punya alat untuk mengetahui data dan fakta, yaitu Catapult. Dari situ kita bisa bena-benar jelas melihat kondisi pemain. Alhamdulilah, sekarang semua sudah dalam kondisi fisik yang prima," kata dia.
Penundaan kompetisi akibat pandemi Covid-19 juga berdampak pada performa tim Persib di lapangan.
Pelatih Robert Alberts memaklumi hal itu, sebab, selama jeda akibat pandemi, seluruh pemain terpaksa berlatih mandiri di rumah.
Mereka memanfaatkan area seadanya yang tentunya berbeda-beda.
• Sempat Diopname karena Serangan Jantung, Pelatih Persib Optimis Balik ke Lapangan dalam 2 Minggu
Namun sejak berlatih bersama, Robert langsung menggembleng persiapan anak asuhnya secara serius.
Bukan hanya pemulihan kondisi fisik, Robert juga menyusun program untuk mengasah kembali kecepatan berpikir, mempercepat pengambilan keputusan, mengembalikan sentuhan bola, pergerakan dan juga mental dalam bertanding.
Akhir pekan lalu, 22 Agustus 2020, Robert menggelar training match di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Dengan tujuan adalah mengembalikan mental bertanding para pemain.
“Saya melihat di 25 menit terakhir pertandingan, tempo permainan menurun. Tapi sebelum itu kita bermain dengan level kondisi yang cukup baik. Sekarang kita harus melanjutkan untuk membangun sedikit demi sedikit kondisi agar kembali siap untuk 90 menit, ketika liga dilanjutkan lagi,” jelas Robert.
Idealnya, mengembalikan mental bertanding dapat dilakukan dengan menggelar pertandingan persahabatan melawan tim yang selevel.
Dikutip dari TribunJabar.id, Persib Bandung memang berencana menggelar beberapa laga uji coba sebelum tampil di Liga 1 2020, 1 Oktober mendatang.
Pelatih Persib, Robert Alberts, mengatakan, mencari lawan uji coba di tengah pandemi corona merupakan sesuatu yang cukup sulit.
"Kami masih terus mencari. Tidak ada tim dari luar Indonesia dan kami juga tidak bisa pergi keluar Indonesia. Keduanya karena faktor keselamatan dan kesehatan," ujar Robert sesudah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (25/8/2020).
Robert sendiri sudah mengantongi beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebelum memilih lawan uji coba.
• Klasemen Liga 1 2020 Pekan Ketiga: Persib Bandung Sapu Bersih 3 Kemenangan, Kokoh di Puncak Klasemen
Pelatih yang membawa Arema FC juara ISL 2010 ini mengatakan, kriteria terpenting untuk memilih lawan uji coba adalah tim yang satu level dengan Persib.
Namun tim yang satu level itu pun, lanjut Robert, bukan kesebelasan yang akan dihadapi Maung Bandung dalam waktu dekat seperti Madura United dan Persita Tanggerang.
"Yang paling kami cari ialah sparring partner yang sesuai dengan level kami di kasta tertinggi, tapi tentunya tidak bisa melawan Madura United dan Persita (soalnya jadi lawan Persib berikutnya mengacu jadwal sebelum jeda pandemi) di awal untuk menggelar uji coba," katanya.
Beberapa waktu lalu, Robert juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengupayakan untuk menggelar laga uji coba di Bandung,
Hal ini untuk meminimalisir resiko penularan virus corona sekaligus agar pemain tak kelelahan karena Persib tak diperbolehkan mempergunakan pesawat.
"Karena tentunya sebelum laga, semua tidak ingin berkendara selama 12 jam menggunakan bus dan kembali dengan waktu yang sama. Butuh waktu istriahat dua hari jika melakukan perjalanan seperti itu. Dan kami juga tidak mempunyai kemewahan untuk saat ini dan kami harus bersiap untuk liga," ucapnya.
(TribunPalu.com)