Anies Baswedan Tiadakan Isolasi Mandiri di Rumah, Dokter Covid-19 Cemas: ''Kami Sudah Berjatuhan''
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengeluarkan kebijakan baru terkait isolasi mandiri pasien Covid-19.
TRIBUNPALU.COM - Wabah virus corona Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan, dengan jumlah kasus infeksi tertinggi berada di wilayah ibu kota DKI Jakarta.
Per Kamis (3/9/2020) kemarin, angka infeksi Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 43.400 kasus.
Di tengah meningkatnya kasus virus corona, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengeluarkan kebijakan baru terkait isolasi mandiri pasien Covid-19.
Ia menjelaskan jika pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 tidak lagi diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah dan harus menjalani isolasi di tempat yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Meskipun, pasien yang dinyatakan positif tersebut termasuk dalam golongan orang tanpa gejala.
Rencana tersebut dianggap mencemaskan bagi para dokter dan relawan Covid-19.
Dokter Relawan Covid-19 Rumah Sakit Pertamina Jakarta, dr. Debryna Dewi mengungkapkan saat ini banyak dokter sudah berjatuhan setelah menjalankan tugasnya selama 6 bulan ini terhitung sejak kasus Covid-19 pertama muncul di Indonesia.
• Kemenag Bekerjasama dengan Kemenkes, Susun Pedoman Protokol Kesehatan Penyelenggaraan Umrah
• Sepak Terjang Joko Widodo Disorot Peneliti Australia, Disebut Sosok Kontradiksi
"Cemas sekali karena harus dilihat dulu berapa dokter yang masih di lapangan."
"Yang saya tahu kalau lihat dari kanan kiri, kami semua sudah berjatuhan jadi angkanya yang turun tangan untuk merawat sudah berkurang," ujarnya, dilansir YouTube Kompas TV, Jumat (4/9/2020).
Ia menjelaskan jika kondisi para dokter dan relawan kini sudah kewalahan menangani Covid-19 yang angkanya tak kunjung landai.
"Saya rasa tidak hanya di rumah sakit saya saja tapi dari teman-teman di seluruh Jakarta, bahkan di luar Jakarta sudah kewalahan," ungkapnya.
Selama enam bulan masa pandemi di Indonesia, menurutnya negara ini belum belajar dari kesalahan yang sudah ada.
dr. Debryna Dewi berharap masyarakat Indonesia tetap mematuhi protokol kesehatan selama vaksin Covid-19 belum ditemukan.
"Harusnya kita tahu kalau pandemi ini mengagetkan untuk semua orang. Satu dunia tidak ada yang siap dengan pandemi ini. Tapi perbedaannya adalah kita dapat belajar atau tidak. "
"Saya tidak yakin negara ini belajar dari bulan ini. Proses belajarnya tidak kelihatan. Saya harapkan untuk beberapa bulan ke depan sampai vaksin ini ketemu kita harus bisa tunjukkan perubahan-perubahan itu. Kita bisa memperbaiki apa yang sudah rusak," tegasnya.
• BPS Mulai Sensus Penduduk, Ini Cara Mengisi Kuesioner Sensus Penduduk 2020, Siapkan 3 Dokumen Ini
• IDI Sebut Vaksin Covid-19 Tidak Bersifat Permanen, Hanya Bertahan Enam Bulan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan-di-blok-g-balai-kota.jpg)