Minggu, 26 April 2026

Lembaga dan Kementerian RI Jadi Kluster Penularan Covid-19, Kasus Infeksi Kemenkes Tertinggi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap adanya klaster penularan Covid-19 di kementerian, lembaga dan instansi pemerintah.

Geosiar
Ilustrasi positif virus corona Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM - Meningkatnya kasus infeksi virus corona Covid-19 di Indonesia terjadi karena banyaknya tempat yang menjadi kluster penularan Covid-19.

Kini, kluster penularan sudah merambah ke area kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap adanya klaster penularan Covid-19 di kementerian, lembaga dan instansi pemerintah.

Hal ini diketahui dari situs https://corona.jakarta.go.id/id/data-visualisasi.

Data berdasarkan pencatatan hingga 7 September 2020 itu dilengkapi visualisasi yang bersifat sebagai pelengkap (komplemen) dari data Covid-19 Dinas Kesehatan.

Dalam dasbor/visualisasi ini, sumber-sumber data eksternal atau publik juga digunakan untuk memperkaya hasil visualisasi.

Dikutip dari data yang ditampilkan pada Kamis (17/9/2020), diketahui bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi klaster dengan jumlah kasus penularan terbanyak.

Tercatat ada 139 kasus penularan Covid-19 di Kemenkes.

Selain itu, data ini juga ditambah dengan jumlah kasus Covid-19 yang ditemukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes dengan 49 kasus positif.

Berdasarkan data yang sama, kementerian lain dengan kasus penularan tertinggi adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan 90 kasus penularan.

Selanjutnya, ada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebanyak 42 kasus penularan.

Viral Video Ospek Online UNESA, Psikolog Sebut Bentakan adalah Bentuk Balas Dendam

Penusukan Syekh Ali Jaber, Mahfud MD Duga Pelakunya Adalah Orang yang Terorganisir

Pencalonannya di Pilpres 2024 Disebut Strategi Promosi PSI, Begini Tanggapan Giring Ganesha

Tanggapan Kemenkes

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, pihaknya tidak tahu-menahu tentang data tersebut.

"Datanya siapa? Saya tidak tahu sumber datanya," ujar Yuri ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.

Saat ditanya lebih lanjut perihal jumlah penularan di Kemenkes, dirinya menyarankan mengonfirmasi ke Biro Kepegawaian Kemenkes.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved