Rabu, 8 April 2026

Menteri BUMN Erick Thohir Minta Ahok untuk Terus Mengawasi PT Pertamina

Menteri BUMN Erick Thohir meminta Ahok untuk terus mengawasi PT Pertamina.

(Tangkap Layar Instagram Basuki T Purnama)
Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Menteri BUMN Erick Thohir 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus mengawasi PT Pertamina (Persero). Ahok sendiri merupakan Komisaris Utama di perusahaan minyak dan gas plat merah itu.

Hal tersebut diungkapkan Erick saat bertemu dengan Ahok pada Kamis (17/9/2020) kemarin.

“Sebagai Komisaris Utama (Pertamina) Pak Ahok memang ditugaskan Kementerian BUMN untuk melakukan pengawasan terhdap Pertamina, itu bagian tugas dari Pak Ahok,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Jumat (18/9/2020).

Soroti Kritikan Ahok Soal Bongkar Pasang Direksi BUMN, Peneliti: Narasi Ahok Wajib Didengar

Ahok Usul Kementerian BUMN Dibubarkan: Kita Membangun Semacam Indonesia Incorporation

Selain itu, lanjut Arya, Erick juga meminta mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk membentuk tim yang solid guna menjalankan misi transformasi di Pertamina.

“Jadi tugas Pak Ahok memang salah satunya melakukan tranformasi di Pertamina dengan juga melibatkan tim yang ada di dalam untuk semakin kuat, jadi keja sama tim diperkuat, dimintakan Pak Menteri (Erick Thohir) kepada Pak Ahok,” kata Arya.

Sebelumnya, Ahok menyindir Pertamina terkait akuisisi sumur minyak di luar negeri dari utang. Selain itu, Ahok berujar, contoh temuannya yang lain soal ketidakefisienan Pertamina yakni soal pembangunan kilang minyak.

Dia masih meminta penjelasan kenapa banyak kilang baru yang belum juga dibangun. Padahal, lanjut dia, sudah ada beberapa investor yang serius patungan bisnis dengan Pertamina.

Ahok Lontarkan Kritikan Soal Gaji dan Jabatan, Pertamina: Kami Menghargai Pernyataan Pak BTP

Sebut Pernyataan Ahok soal BUMN Bikin Gaduh, Andre Rosiade Minta Jokowi dan Erick Thohir Copot BTP

"Makanya nanti saya mau rapat penting soal kilang. Berapa investor yang sudah nawarin mau kerja sama kalian diemin? Terus sudah ditawarin kenapa ditolak? Terus kenapa kerja seperti ini? Saya lagi mau audit," ujar Ahok.

Ahok membeberkan bahwa posisinya di Pertamina juga sering kali dipermasalahkan. Alasannya, karena keberadaannya mengganggu keharmonisan dalam perusahaan.

"Cuma saya emosi juga kemarin. Mereka lagi mancing saya emosi, saya emosi laporin Presiden apa? Ahok mengganggu keharmonisan," kata dia lagi.

Banyak praktik tata kelola Pertamina yang, menurut dia, sangat tidak efisien. Mantan Bupati Belitung Timur ini menyinggung soal gaji di Pertamina yang baginya tidak masuk akal dalam pengelolaan perusahaan.

Dia menemukan, seorang pejabat Pertamina masih menerima gaji meskipun jelas-jelas sudah dicopot dari jabatannya.

Soal Usulan Pembubaran Kementerian Bumn, Stafsus Erick Thohir: Jangan Buru-buru Bentuk Superholding

"Tapi, masa (jabatan) dicopot gaji masih sama. Alasannya karena orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda kan. Mereka bikin gaji pokok gede semua. Jadi bayangin gaji sekian tahun gaji pokok bisa Rp 75 juta. Dicopot, enggak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila aja nih," tukas Ahok.

Contoh lain, lanjut Ahok, jabatan direksi dan komisaris sangat kental dengan lobi-lobi politis dan bagi-bagi jabatan.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya, lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir Minta Ahok Lakukan Transformasi di Pertamina", 
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Erlangga Djumena

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved