Virus Corona di Indonesia
Update Covid-19 Indonesia Jumat 18 September 2020: Tambah 3.891 Kasus Baru dan 4.088 Pasien Sembuh
Update virus corona di Indonesia pada Kamis (17/9/2020) hari ini; tambah 3.891 kasus baru dan 4.088 pasien dinyatakan sembuh per 24 jam.
TRIBUNPALU.COM - Pemerintah telah memperbarui data pasien positif virus corona pada laman resmi Kemenkes RI pada Jumat (18/9/2020) pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan laporan data tersebut, tercatat adanya 3.891 kasus baru.
Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 236.519 pasien positif virus corona.
Kemudian, pada hari ini ada 4.088 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang sembuh tercatat 170.774 orang.
Sementara, untuk pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 114 korban, sehingga total menjadi 9.336 kasus kematian.
Sehingga jika diakumulasikan, terdapat 56.406 kasus aktif atau masih menjalani perawatan.
• Cegah Covid-19, Perlukah Mengenakan Masker Saat Berada di Rumah? Ini Kata Dokter Paru
Indonesia Dikhawatirkan Jadi Epicentrum Covid-19 Dunia
Ketua Tim Mitigasi PB IDI dr Adib Khumaidi, SpOT mengatakan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat.
Kondisi itu dikhawatirkan akan membuat Indonesia menjadi epicentrum Covid-19 dunia.
Adib melanjutkan, hal itu berbarengan dengan jumlah kematian dokter dan tenaga kesehatan Indonesia akibat Covid-19 yang semakin tajam.
Data yang dihimpun oleh Tim Mitigasi PB IDI (update: 17 September 2020 pukul 14.00 WIB) total 117 dokter Indonesia yang meninggal akibat terpapar Covid-19.
"Angka kematian dokter yang semakin cepat dan tajam ini menunjukkan masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan yang diserukan oleh para tenaga kesehatan dan pemerintah," kata dia dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).
• Pesta Pernikahan Berujung Maut, Tuan Rumah Tewas Ditikan Tamu Undangan, Begini Kronologinya
IDI meminta masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid ini agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas kesehariannya.
"Hal ini bukan hanya untuk keselamatan para tenaga kesehatan, namun juga keselamatan diri mereka sendiri dan orang-orang disekitar. Pandemi ini tidak akan pernah berakhir apabila tidak disertai peran serta semua elemen masyarakat . Dan hal ini tentunya juga akan berdampak negatif bukan hanya pada kesehatan namun juga ekonomi secara berkepanjangan," jelasnya.
Adib menyebutkan, Indonesia bahkan belum mencapai puncak pandemi gelombang pertama pandemi ini, dikarenakan ketidakdisiplinan protokol kesehatan yang masif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/update.jpg)