Breaking News:

Melalui Kuasa Hukumnya, Jerinx SID Sebut Rapid Test Tidak Tepat untuk Deteksi Virus Covid-19

Kuasa hukum musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx SID (43), I Wayan Adi Sumiarta menyelipkan soal ketidakakuratan rapid dan swab test.

Tangkap layar Zoom
Jerinx saat mengikuti sidang online dari Polda Bali sebelum melakukan walk out karena tak terima sidangnya digelar online, Kamis (10/9/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Kuasa hukum musis Jerinx SID (43), I Wayan Adi Sumiarta menyelipkan soal ketidakakuratan rapid dan swab tes, dalam sidang kliennya yang digelar secara virtual, Selasa (29/9/2020).

I Wayan Adi Sumiarta menyampaikan hal tersebut karena dianggapnya penting sebagai akar masalah kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah 'IDI Kacung WHO', dengan terdakwa Jerinx SID.

Adi mengatakan bahwa Jerinx SID merupakan musisi dan juga aktivis, yang kerap mengkritisi secara keras perihal yang dianggap janggal, termasuk soal penanganan pandemi covid-19.

Kritik keras pria bernama lengkap I Gede Ari Astina itu diyakini Adi sebagai perwakilan masyarakat, yang suaranya tidak didengar penguasa.

Tak Ingin Jerinx Kembali Terjerat Kasus Hukum, Nora: Saya Akan Ubah Dia Agar TIDAK Terlalu LOS

Jika Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Jerinx SID Siap Hapus Akun Instagramnya: Sebagai Jaminan

Nora Alexandra Marah Disebut Janda Saat Jerinx SID Dipenjara: Jangan Seenaknya Bicara!

Terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx menjalani persidangan dari ruang Ditreskrimsus Polda Bali, Selasa (22/9/2020)
Terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx menjalani persidangan dari ruang Ditreskrimsus Polda Bali, Selasa (22/9/2020) (Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara)

"Terdakwa kritik keras bukan hanya ucapan, tapi juga dengan tindakan. Kritik keras bukan hanya soal penanganan, melainkan soal kebijakan rapid tes sebagai administrasi," kata I Wayan Adi Sumiarta, dalam sidang Jerinx SID dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberata terdakwa.

Adi menambahkan, Jerinx percaya setiap orang memiliki nalar dan nilai, sehingga mampu menilai mana yang baik dan juga tidak baik secara logis.

Selain itu, Jerinx juga mengetahui setiap warga negara memiliki hak menyuarakan aspirasinya, baik lewat media sosial atau turun langsung ke jalan menggunakan hak konstitusionalnya.

Angka Kematian Global akibat Covid-19 Capai 1 Juta, WHO: Bukan Tidak Mungkin Mencapai Dua Juta

Ditanya Alasan Tak Ikut Mengolok-olok Menkes, Sudjiwo Tedjo: Aku Tidak Hidup dari Mengolok-olok

"Lantas mengapa terdakwa menolak rapid tes dan swab tes sebagai syarat administrasi? Rapid tes tidak berdasar," ucapnya.

Adi menyebutkan, menurut penabuh drum grup band Superman Is Dead (SID) itu menganggap, sejak awal pandemi atau beredarnya wabah virus covid-19, rapid dan swab tes banyak dipertentangkan.

"Sejak awal pemerintah dengan berbagai dalih banyak ditolak oleh organisasi kesehatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut penuturan Jerinx kepadanya, Adi mengatakan kalau Rapid dan Swab tes tidak tepat digunakan sebagai administrasi pendeteksi covid-19.

"Pokoknya tidak tepat rapid tes digunakan pendeteksi virus, karena rapid hanya mengecek antibodi. Rapid tidak tepat mendeteksi virus covid-19," ujar I Wayan Adi Sumiarta.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lewat Kuasa Hukum, Jerinx SID Tegaskan Rapid Tes Tidak Layak untuk Deteksi Covid-19

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved