Virus Corona di Indonesia
Update Covid-19 Indonesia Rabu 30 September 2020: 4.284 Kasus Baru & 4.510 Pasien Sembuh Per 24 Jam
Update virus corona di Indonesia pada Rabu (30/9/2020) hari ini; tambah 4.284 kasus baru dan 4.510 pasien sembuh per 24 jam,
TRIBUNPALU.COM - Pemerintah telah memperbarui data pasien positif virus corona pada laman resmi Kemenkes RI pada Rabu (30/9/2020) pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan laporan data tersebut, tercatat adanya 4.284 kasus baru.
Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 287.008 pasien positif virus corona.
Kemudian, pada hari ini ada 4.510 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang sembuh tercatat 214.947 orang.
Sementara, untuk pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 139 korban, sehingga total menjadi 10.740 kasus kematian.
Sehingga jika diakumulasikan, terdapat 61.321 kasus aktif atau masih menjalani perawatan.
Penanganan Covid-19 di Indonesia, Jubir Satgas: Pemerintah Kerap Diskusi dengan Pakar
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pihaknya kerap berdiskusi dengan pakar dalam menghadapi pandemi virus Corona atau SARS-CoV-2.
Pernyataan Wiku tersebut merespon tudingan kurangnya diskusi pemerintah dengan para ahli dalam menangani Covid-19.
"Sebagai ketua tim pakar saya terus melakukan diskusi dengan para ahli untuk membahas kondisi dan strategi penanganan Covid-19, dan tidak hanya pakar dari satu atau dua lembaga saja, namun juga seluruh pakar di daerah. Hal ini bukan menjadi hambatan bagi kami," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa, (29/9/2020).
• Kursi Kosong untuk Menkes Terawan Tuai Kontroversi, Najwa Shihab Akui Sudah Pikirkan Risikonya
Menurut Wiku, sejak gugus tugas Covid-19 terbentuk hingga sekarang sudah banyak hasil diskusi dengan pakar yang diimplementasikan menjadi sebuah kebijakan.
Di antaranya yakni SOP pengobatan pasien Covid-19, rekomendasi tentang farmasi dan alat kesehatan, serta standarisasi alat pelindung diri.
"Juga berbagai protokol kesehatan di berbagai sektor, serta kajian-kajian yang telah dijalankan selama ini," imbuhnya.
Wiku menegaskan penanganan Covid-19 membutuhkan berbagai sudut pandang dan tidak bisa hanya dari aspek medis atau kesehatan masyarakat saja.
Penanganan Covid-19 juga perlu memperhatikan aspek hukum, sosial budaya, dan ekonomi.
"Kami selalu menghormati pendapat dan pemikiran dari masing-masing anggota dan ini dalam rangka memperkaya pendekatan multi-disiplin dalam penanganan penyakit yang memberikan efek multi-dimensional ini," pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Klaim Kerap Diskusi dengan Pakar Dalam Tangani Pandemi Covid-19
(TribunPalu.com, Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/update.jpg)