Kursi Kosong untuk Menkes Terawan Tuai Kontroversi, Najwa Shihab Akui Sudah Pikirkan Risikonya
Najwa Shihab menjawab pro dan kontra yang muncul setelah dirinya mewawancari kursi kosong yang disediakan untuk Menteri Kesehatan, Terawan Agus.
TRIBUNPALU.COM - Presenter Najwa Shihab menjawab pro dan kontra yang muncul setelah dirinya mewawancari kursi kosong yang disediakan untuk Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.
Najwa menjelaskan bahwa dirinya mewawancarai kursi kosong bukan sebuah bentuk persekusi atau perundungan.
Ia hanya ingin mempertanyakan hal-hal yang menjadi kegelisahan yang juga dirasakan publik selama pandemi Covid-19 ini.
Pada unggahan panjangnya itu, Najwa juga ikut merasa cemas melihat perkembangan pandemi.
Maka dari itu, ia masih menunggu sosok yang dianggap paling berkepentingan dengan Covid-19, yang tak lain adalah Terawan sebagai Menteri Kesehatan.
Begini curhatan panjang Najwa Shihab:
#CatatanNajwa Di Indonesia, treatment menghadirkan bangku kosong ini mungkin baru sehingga terasa mengejutkan.
Namun, sejujurnya, ini bukan ide yang baru2 amat.
Di negara dgn tradisi demokrasi dan debat yang lebih panjang dan kuat, misalnya Inggris atau Amerika, menghadirkan bangku kosong yang mestinya diisi pejabat publik sudah biasa.
Treatment ini juga berbeda dengan format wawancara imajiner.
Pertama, pada dasarnya saya tidak sedang melakukan wawancara, saya hanya sedang mengajukan pertanyaan.
Pertanyaan, kan, tidak harus diajukan secara tatap muka.
Bisa dilakukan secara jarak jauh dengan perantara macam-macam medium.
Kedua, ini juga tidak imajiner karena
(a) pertanyaan yang saya ajukan memang bukan imajiner dan saya juga tidak mengarang atau membuatkan jawaban2 fiktif seolah-olah saya sudah berdialog dengan Pak Terawan;