Kamis, 4 Juni 2026

Semprot Relawan Jokowi Soal Najwa Shihab, Dedi Mulyadi: Semua yang Ngomong Sendiri Harus Dilaporkan?

Menurut Silvia, wawancara Najwa dengan kursi kosong dianggap merendahkan Presiden Joko Widodo melalui orang yang membantunya.

Tayang:
(Youtube/Najwa Shihab)
Najwa Shihab bersikap seakan-akan sedang berdialog langsung dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di panggung Mata Najwa. 

TRIBUNPALU.COM - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengomentari kasus video Najwa Shihab mewawancarai kursi kosong.

Adapun, video bertajuk "Mata Najwa Menanti Terawan" itu sempat membuat Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu Silvia Dewi Soembarto melaporkan Najwa ke Polda Metro Jaya.

Menurut Silvia, wawancara Najwa dengan kursi kosong dianggap merendahkan Presiden Joko Widodo melalui orang yang membantunya.

Namun laporan tersebut ditolak lantaran dianggap menjadi ranah dewan pers.

Dewan Pers menegaskan, tak ada pelanggaran kode etik jurnalistik di video tersebut.

Sindir Kasus Wawancara Kursi Kosong Najwa Shihab, Dedi Mulyadi: Jangan Buang-buang Waktu dan Energi

Isi Klarifikasi Presiden Jokowi: 3 Alasan Mendesak hingga Target 3 Bulan Terbitkan Aturan Turunan

Pertanyakan sikap pelapor

Dedi mempertanyakan sikap Silvia yang melaporkan Najwa Shihab

Sebab menurut dia, tak ada sesuatu dari video tersebut yang harus diperkarakan secara serius.

"Apakah setiap orang yang yang ngomong sendiri harus dilaporkan? Kalau begitu orang gila pun yang biasa ngomong sendiri harus dilaporkan?" tanya Dedi.

"Jangan buang-buang waktu dan energi untuk melaporkan masalah itu ke polisi," tutur dia.

Hal biasa dalam dunia seni
Dedi Mulyadi bahkan membuat video sindiran terkait buntut kasus video Menanti Terawan.

Dalam video viral yang dibuatnya, Dedi juga berdialog dengan kursi kosong.

"Aku sangat membutuhkanmu saat ini. Aku ingin kehadiranmu saat ini. Banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu. Rupanya kamu sudah tak pedulikan aku di sini. Kamu biarkan aku di sini tanpa kepastian..."  kata Dedi dalam penggalan video.

Dedi mengatakan, hal semacam itu disebut monolog dalam dunia seni.

"Dialog imajiner, bicara dalam ruang kosong. Ruang kebebasan berekspresi yang bisa dilakukan siapa pun karena ini bagian dari tata kehidupan," kata Dedi.

"Di mana seni adalah ruang-ruang untuk buat kita eksepresikan seluruh hati kita, bisa membuat menangis, tertawa dan bisa membuat orang jadi marah. itulah seni," lanjut Dedi dalam video itu.

Hargai kebebasan berekspresi

Dedi Mulyadi menegaskan, kasus ini menjadi pengingat bagi semua orang untuk menghargai kebebasan berekspresi.

Sebab, yang dilakukan Najwa dinilai bagian dari sebuah seni.

"Video ini ingatkan semuanya bahwa ada ruang kebebasan berekspresi yang harus saling dihormati," kata mantan bupati Purwakarta itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Kasus Najwa Shihab, Dedi Mulyadi: Apakah Setiap Orang yang Ngomong Sendiri Harus Dilaporkan?" 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved