Selasa, 28 April 2026

Presiden AS Donald Trump Mengklaim Dirinya Kini Kebal dari Covid-19

Saat Donald Trump dinyatakan positif Covid-19, informasi tentang kondisi kesehatannya dinilai kurang transparan.

MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, yang menyebabkan COVID-19, di Kebun Mawar Gedung Putih pada 14 April 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan dirinya kini kebal dari virus corona Covid-19, Minggu (11/10/2020).

Selain itu, Donald Trump mengatakan, dirinya siap untuk berjuang di Pemilihan Presiden AS 2020 melawan rivalnya, Joe Biden.

Seperti diketahui, persaingan Donald Trump dan Joe Biden menuju kursi presiden Amerika Serikat telah memasuki minggu-minggu terakhir yang krusial.

Dikutip TribunPalu.com dari laman Channel News Asia, dokter yang bertugas di Gedung Putih menyatakan Donald Trump sudah bersih pada Sabtu (10/10/2020) lalu.

Sehingga, Presiden AS ke-45 ini bisa kembali melakukan kampanye dan dinyatakan tidak berisiko menularkan Covid-19.

Meski telah dinyatakan 'bersih' dari virus corona, tetapi klaim imunitas Donald Trump masih belum terbukti.

"Sepertinya saya kebal selama, saya kurang tahu, mungkin dalam waktu yang lama, mungkin dalam waktu yang singkat, bisa jadi juga seumur hidup. Tidak ada yang tahu pasti, tapi sekarang saya sudah kebal," kata Donald Trump kepada acara Fox News Sunday Morning Futures.

"Kata 'imunitas' berarti sesuatu, yang memiliki pelindung. Jadi kalian kini memiliki presiden yang tidak harus bersembunyi di basement seperti lawannya," tambah Donald Trump, dalam sebuah pernyataan tajam yang menyindir rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Diketahui, Joe Biden selalu melakukan langkah-langkah yang penuh kehati-hatian dalam berkampanye di tengah pandemi Covid-19.

Namun, hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti seberapa lama imunitas akan bertahan setelah seseorang terpapar dan sembuh dari Covid-19.

Beberapa penelitian awal menunjukkan, kekebalan terhadap Covid-19 akan berlangsung selama beberapa bulan.

Namun, beberapa penelitian terbaru mengindikasikan, kekebalan dapat bertahan lebih lama.

Joe Biden dan Presiden AS Donald Trump
Joe Biden dan Presiden AS Donald Trump (Twitter @JoeBiden dan Instagram @whitehouse)

Pada hari Minggu (11/10/2020), Twitter menyembunyikan sebuah cuitan dari Donald Trump.

Dalam cuitan itu, Donald Trump mengklaim dirinya sudah kebal.

Menurut pihak Twitter, cuitan tersebut melanggar aturan mengenai informasi salah, menyesatkan, dan berbahaya.

Cuitan tersebut masih bisa muncul ketika pengguna Twitter mengklik peringatan yang melabelinya.

Donald Trump yang kini telah berusia 74 tahun dirawat dengan Regeneron, koktail antibodi eksperimental yang dapat memberikan kekebalan selama beberapa bulan.

Namun, manfaat kekebalan ini hanya bisa didapat dari Regeneron saat digunakan sebagai treatment, bukan sebagai vaksin.

"Dalam beberapa kasus, vaksin dapat bertahan hingga beberapa dekade. Namun jika Anda mendapatkannya dalam bentuk imunitas alami, itu masih belum diketahui," CEO Regeneron, Leonard Schleifer, mengatakan kepada Face the Nation di saluran televisi CBS, Minggu.

"Jika Anda mendapatkannya dalam botol kecil kami, jika mau, itu akan bertahan dalam tubuh Anda selama beberapa bulan," tambahnya.

Baca juga: Sesumbar Kalahkan Covid-19, Donald Trump Sapa Pendukungnya Tanpa Gunakan Masker

Baca juga: Positif Covid-19, Presiden AS Donald Trump: Itu Adalah Berkah dari Tuhan

Baca juga: Pesan Joe Biden untuk Masyarakat setelah Dinyatakan Negatif Covid-19

Baca juga: Donald Trump dan Melania Trump Positif Covid-19, Joe Biden dan Istri Kirimkan Doa

Baca juga: Disindir Donald Trump karena Pakai Masker, Joe Biden: Presiden Berkewajiban Memberi Contoh

Dengan hanya 23 hari menjelang Hari-H Pilpres 2020, 3 November 2020 mendatang, Donald Trump tidak sabar untuk mengadakan kampanye.

Pemimpin Partai Republik AS itu telah mengumpulkan ratusan pendukung dalam sebuah acara 'comeback' di Gedung Putih pada Sabtu (10/10/2020).

Donald Trump juga berencana kembali mengadakan rally atau mengumpulkan massa di Florida, pada keesokan harinya, kemudian di Pennsylvania dan Iowa.

Donald Trump tampak sangat berjuang untuk menyelamatkan kampanyenya.

Selama wawancara melalui telepon dengan Fox News, Donald Trump menyebut bahwa rivalnya, Joe Biden, bisa saja sedang sakit.

"Jika kamu melihat Joe, ia batuk-batuk kemarin dan mengenakan maskernya, saat batuk," kata Trump.

"Dan aku tidak tahu itu apa, itu tidak disiarkan cukup banyak," sambungnya.

Baca juga: Soroti Demo Tolak UU Cipta Kerja Berakhir Ricuh, Mahfud MD: Pastilah By Design, karena Polanya Sama

Baca juga: Nia Ramadhani Reflek Lempar Tablet saat Mikhayla Diam-diam Baca Komentar Jahat Netizen: Gak Usah!

Baca juga: Kesal Gisel Disalahkan karena Pacaran setelah Cerai, Gading: Kalau Suka Gempi Jangan Jelekin Ibunya

Baca juga: COVID-19 di Indonesia: Jokowi Minta 12 Daerah Jadi Prioritas serta Tekan Angka Kematian Nasional

KERUMUNAN BESAR

Panitia kampanye Joe Biden telah menerbitkan hasil tes harian virus corona terhadap kandidat berusia 77 tahun itu sejak Donald Trump dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (1/10/2020) waktu setempat.

Saat Donald Trump dinyatakan positif Covid-19, informasi tentang kondisi kesehatannya dinilai kurang transparan.

Tim medis berulang kali menolak mengatakan kapan terakhir kali Donald Trump dinyatakan negatif Covid-19 sebelumnya.

Hal ini memicu kecurigaan bahwa Donald Trump kemungkinan tidak menjalani tes beberapa hari sebelum diagnosisnya.

Covid-19 telah menewaskan lebih dari 214.000 orang di Amerika Serikat.

Sementara, Joe Biden telah mengecam Donald Trump yang ngotot untuk mengadakan rally yang dapat membentuk kerumunan besar di tengah pandemi Covid-19.

Namun, Donald Trump mengesampingkan kekhawatiran mengenai hal itu.

Sebab, menurutnya, Amerika Serikat telah berhasil menangani virus corona.

"Tak ada alasan bagi perilaku ceroboh Presiden Donald Trump," kata Joe Biden dalam sebuah cuitan, Minggu (11/12/2020).

Wakil Presiden AS yang mendampingi Barack Obama tersebut saat ini berada di 10 poin lebih tinggi di polling nasional dengan sejumlah skor solid di beberapa negara bagian.

Dengan atmosfer politiknya yang semakin gelap, Donald Trump kini malah lebih sering mengungkit kemenangan mengejutkannya pada 2016 silam.

Hal ini seolah-olah Donald Trump ingin meyakinkan dirinya bahwa ia dapat kembali menaklukkan lawan pada Pilpres AS 2020 nanti.

Dalam sebuah cuitan pada Minggu kemarin, Donald Trump membalas pernyataan ahli statistik terkemuka Nate Silver, yang pada tahun 2016 menyebut kemenangan Donald Trump sebagai "salah satu peristiwa paling mengejutkan" dalam sejarah AS.

"Itu hanya karena kamu salah paham. Kali ini ada ANTUSIASME yang jauh lebih besar bahkan daripada tahun 2016."

"KERUMUNAN BESAR!!!"

SUMBER: AFP via Channel News Asia.

(TribunPalu.com/Rizki A.)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved