Breaking News:

Bank Dunia Setujui Dana 12 Miliar Dolar AS untuk Vaksin Covid-19 di Negara-negara Berkembang

Dana yang akan dikucurkan oleh Bank Dunia untuk vaksin, tes, dan perawatan Covid-19 di negara-negara berkembang itu setara dengan Rp 177,1 triliun.

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari | Editor: Lita Andari Susanti
aceh.tribunnews.com
ILUSTRASI mata uang dolar AS. 

Sementara vaksin Covid-19 masih belum ada di pasaran, David Malpass mengatakan dalam sebuah wawancara dengan harian Prancis, Le Figaro, bahwa itu tetap perlu dipersiapkan karena proses distribusi vaksin yang terbilang rumit.

Pendekatan Bank Dunia, menurut pernyataan tersebut, mengacu pada "keahlian yang signifikan dalam mendukung program imunisasi skala besar untuk penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, serta program kesehatan masyarakat untuk mengatasi penyakit menular lainnya seperti HIV, tuberkulosis, malaria dan penyakit tropis yang terabaikan."

Bank Dunia Ingin Gelontorkan 12 Miliar Dolar AS untuk Vaksin Covid-19 di Negara-Negara Miskin dan Berkembang

Sebelumnya diberitakan, Bank Dunia (World Bank) mengatakan, pihaknya telah meminta jajaran eksekutif untuk menyetujui alokasi dana sebesar 12 miliar dolar AS guna membantu negara-negara miskin dalam membeli dan mendistribusikan vaksin Covid-19.

Hal ini disampaikan Bank Dunia pada Selasa (29/9/2020).

Bank Dunia telah mengimplementasikan program tanggap darurat di 111 negara di dunia dan dana ekstra itu, jika disetujui, akan ditujukan kepada negara-negara yang berpendapatan rendah hingga sedang.

Seorang juru bicara Bank Dunia mengatakan, "Vaksin Covid-19 yang aman dan efektif adalah jalan yang menjanjikan bagi dunia untuk kembali melakukan pelonggaran."

"Perekonomian global tidak akan pulih sepenuhnya sebelum orang-orang merasa mereka bisa hidup, bersosialisasi, bekerja, dan bepergian dengan yakin dan aman," lanjutnya.

ILUSTRASI mata uang dolar AS.
ILUSTRASI mata uang dolar AS. (Pixabay via Pexels.com)

 Angka Kematian Global akibat Covid-19 Capai 1 Juta, WHO: Bukan Tidak Mungkin Mencapai Dua Juta

 Bantah Tudingan yang Menyudutkan China, WHO Kembali Tegaskan Covid-19 Terjadi Secara Alami

Dikutip TribunPalu.com dari laman Channel News Asia, dana tersebut akan dibagikan dalam waktu 12 hingga 18 bulan.

Vaksin Covid-19 memang belum tersedia secara komersial.

Namun, Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan kepada koran Prancis Le Figaro, "Proses distribusi vaksin memang rumit" dan penting untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan hal tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved