Minggu, 19 April 2026

PM Malaysia Sempat Putus Asa Ingin Mundur setelah Darurat Nasional Ditolak Sultan Abdullah

Muhyiddin yang baru berkuasa selama delapan bulan merasa putus asa telah kehilangan mandat untuk memerintah setelah mendapat penolakan dari raja.

Instagram/muhyiddinyassin_official
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin. 

TRIBUNPALU.COM - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mempertimbangkan mundur setelah permohonannya mendeklarasikan status darurat nasional ditolak oleh Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah. 

Hal ini dilaporkan oleh sejumlah media lokal Malaysia.

Muhyiddin yang baru berkuasa selama delapan bulan merasa putus asa telah kehilangan mandat untuk memerintah setelah mendapat penolakan dari raja.

Akan tetapi, politisi berusia 73 tahun itu akhirnya mengurungkan niatnya setelah dibujuk untuk bertahan oleh menteri-menteri kabinetnya yang berurai air mata, lapor The Vibes pada Minggu malam (25/10/2020).

Dia kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintahannya menghormati keputusan Sultan Abdullah.

Baca juga: 48 Orang Relawan Vaksin Covid-19 Meninggal, Pemerintah Korsel Minta Ujicoba Terus Dilanjutkan

Baca juga: Viral Video Habib Rizieq Ngaku-ngaku Pulang ke Indonesia dalam Waktu Dekat, Ini Kata FPI

Tidak perlu darurat nasional

Setelah menggelar pertemuan darurat dengan sultan-sultan dari negara bagian lainnya, Sultan Abdullah memutuskan Malaysia tidak memerlukan darurat nasional.

Sultan dari negara bagian Pahang itu menilai pemerintahan Muhyiddin telah menangani penyebaran pandemi Covid-19 dengan baik.

Namun Sultan Abdullah juga menyampaikan kecemasan akan melesatnya kembali kasus virus corona di Malaysia.

Dia menekankan pentingnya anggaran belanja negara yang akan diajukan ke parlemen bulan depan.

Anggaran ini krusial untuk memerangi gelombang kedua Covid-19 yang sedang mendera "Negeri Jiran", serta menggerakkan kembali ekonomi yang masih terguncang.

Raja berusia 61 tahun itu meminta politisi untuk berhenti bermanuver berebut kekuasaan yang mengancam stabilitas pemerintahan.

Dia pun menambahkan dalam pernyataannya agar politisi bekerja sama kembali dengan menepikan perbedaan untuk menangani krisis kesehatan ini.

Baca juga: Foto Komodo Hadang Truk Viral, BTNK Keluarkan Surat Edaran Penutupan Pulau Rinca

Baca juga: KSPI Sebut Aksi Serentak Tolak UU Cipta Kerja Digelar 2 November 2020, Serempak di 24 Provinsi

Baca juga: Viral Kisah Gadis Mengalami Infeksi, Jerawat, hingga Harus Dioperasi Kecil karena Pakai Masker Kain

Goyahnya pemerintahan Muhyiddin

Muhyiddin mengajukan proposal rencana deklarasi darurat dan pembekuan atau pembubaran parlemen kepada Sultan Abdullah, Jumat pekan lalu (23/10/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved