Senin, 11 Mei 2026

Satgas: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Disebut Lebih Kecil Dibanding Rata-rata Dunia

Angka kasus aktif infeksi Covid-19 di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata dunia.

Tayang:
BPMI via setkab.go.id
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Wiku Adisasmito 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona Covid-19 telah melanda Indonesia selama hampir delapan bulan.

Meski begitu, angka kasus aktif infeksi Covid-19 di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata dunia.

Hal ini terlihat dari data per Kamis, 29 Oktober 2020 yang disampaikan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito melalui keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/10/2020).

Jumlah kasus aktif sebanyak 60.569 atau 14,9%.

Kondisi kasus aktif di Indonesia ini dinilai lebih baik jika dibandingkan persentase rata-rata dunia pada angka 24,23%.

"Perbedaan angka persentase dengan dunia semakin lebar, di mana jumlah kasus aktif di Indonesia makin menurun," kata Wiku. Sedangkan jumlah kasus sembuh kumulatif saat ini 329.778 atau 81,6%.

Angka ini, kata Wiku, lebih tinggi dari persentase rata-rata dunia yaitu 73,12%.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Mereda & Kepolisian Belum Keluarkan Izin, Liga 1 Ditunda hingga Februari 2021

Baca juga: 44,9 Juta Warga Indonesia Merasa Yakin Tidak akan Tertular Virus Corona Covid-19

Untuk jumlah kasus meninggal dunia secara kumulatif di Indonesia berjumlah 13.701 kasus atau 3,4%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,63%.

Selain itu, pada Kamis (29/10/2020) kemarin, juga terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.565 kasus.

Pasien sembuh harian bertambah 3.985 kasus. Serta pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 89 kasus.

Jumlah suspek ada 68.888 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 34.317 spesimen. 

Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 502 kabupaten/kota.

Sebagaimana diketahui, pemerintah lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan protokol kesehatan 3M.

Yakni, Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak.

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia.

Oleh karenanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved