Kamis, 14 Mei 2026

Kabar Seleb

Penjelasan Lengkap Melody Tentang JKT48 yang Terancam Bubar di Tengah Pandemi Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 pun mempengaruhi keberlangsungan grup idola JKT48, sehingga terancam bubar.

Tayang:
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota JKT48 saat peluncuran single original berjudul Rapsodi, di Jakarta, Rabu (22/1/2020). 16 Anggota posisi teratas JKT48 membawakan single original pertama setelah delapan tahun mereka membawakan lagu-lagu saduran dari sister grup, AKB48. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNPALU.COM - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 telah berdampak di berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia hiburan.

Dampak pandemi Covid-19 pun mempengaruhi keberlangsungan grup idola JKT48, sehingga terancam bubar.

Hal itu diumumkan secara langsung oleh Melody Nurramdhani Laksani selaku General Manajer Theater JKT48 melalui channel YouTube JKT48.

Beberapa kegiatan seperti pertunjukkan theater dan handshake event tidak bisa dilaksanakan secara normal akibat pandemi Covid-19.

"Pada hari ini ada pengumuman penting mengenai JKT48 yang harus disampaikan. Karena efek Covid-19 di Indonesia, kegiatan JKT48 menjadi sangat sulit dijalankan sejak akhir bulan Maret," ujar Melody Nurramdhani Laksani dalam pengumuman resminya melalui akun YouTube JKT48, Rabu (11/11/2020).

"Pertunjukkan theater sempat dihentikan, handshake event dibatalkan, dan banyak lagi hal yang membuat kegiatan JKT48 menjadi sangat terbatas," lanjutnya.

Baca juga: Ada Pengurangan Member JKT48, Ini Respon Frieska, Gaby, dan Beby Lewat Twitter

Baca juga: Wijin Ungkap Tiga Hal yang Disukai dari Dirinya, Gisel Mendadak Kesal: Mati Saya!

Baca juga: Ini 9 Artis Indonesia yang Masuk Daftar 100 Wanita Tercantik Dunia Tahun 2020 Versi TC Candler

Melody Nurramdhani Laksani selaku GM Theater JKT48 saat memberikan pengumuman terkait masa depan JKT48 di channel YouTube official JKT48.
Melody Nurramdhani Laksani selaku GM Theater JKT48 saat memberikan pengumuman terkait masa depan JKT48 di channel YouTube official JKT48. (Istimewa)

Saat ini JKT48 memiliki sekitar 70 orang member termasuk siswi akademi dan kurang lebih 50 orang staf.

Sampai bulan November, JKT48 telah melakukan semua hal yang bisa dilakukan agar tetap bertahan hidup yakni dengan melakukan live streaming pertunjukkan JKT48 theater dan videocall with JKT48.

Namun hal itu tidak bisa menyelamatkan JKT48 dari krisis akibat pandemi Covid-19.

"Tetapi sejujurnya dengan dihentikannya pertunjukkan theater, handshake, dan konser, kami merasa bahwa tujuan sebenarnya dari JKT48 yang memberikan energi dan semangat bagi semua orang di Indonesia tidak dapat dilakukan dengan maksimal," kata melody.

Mantan member JKT48 itu juga menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19, JKT48 mengalami kerugian yang sangat besar.

"Walaupun semuanya sudah melakukan dengan sekuat tenaga, faktanya secara bisnis group ini mengalami kerugian yang sangat menyakitkan. Sehingga kami ada di posisi yang sangat sulit untuk terus beroperasi,"

"Beberapa waktu terakhir tim manajemen dan stakeholder terus menerus melakukan diskusi, apakah sudah benar-benar tidak ada cara lain untuk JKT48 selain bubar? Apakah JKT48 yang sudah bertahan selama 9 tahun harus berhenti sampai disini? Apakah group yang sudah didukung banyak orang harus selesai di sini?," jelas Melody.

Anggota JKT48 saat peluncuran single original berjudul Rapsodi, di Jakarta, Rabu (22/1/2020). 16 Anggota posisi teratas JKT48 membawakan single original pertama setelah delapan tahun mereka membawakan lagu-lagu saduran dari sister grup, AKB48. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota JKT48 saat peluncuran single original berjudul Rapsodi, di Jakarta, Rabu (22/1/2020). 16 Anggota posisi teratas JKT48 membawakan single original pertama setelah delapan tahun mereka membawakan lagu-lagu saduran dari sister grup, AKB48. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Kurangi jumlah member dan staf JKT48

Dalam keadaan tersebut sebenarnya JKT48 sudah tidak bisa melanjutkan aktivitas dan harus berhenti, namun Melody menegaskan bahwa masih ada satu cara untuk bisa terus bertahan.

"Setelah berdiskusi terus menerus, ada satu cara agar JKT48 terus bertahan, cara itu adalah pengurangan jumlah member dan staff JKT48, agar group ini tidak bubar," ungkap Melody Nurramdhani Laksani dalam channel YouTube JKT48.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved