Ahli Epidemiologi Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Capai Puncak
"Kemarin bulan Oktober sepertinya kita mencapai puncak karena kemudian kasus seakan-akan turun."
TRIBUNPALU.COM - Pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia dinilai belum mencapai puncak gelombang pertama.
Hal itu diungkapkan pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dr Windhu Purnomo.
Windhu menyebut meski pada bulan Oktober kemarin sempat ada tanda-tanda kasus mengalami penurunan, ia menyebut grafik kasus masih terus meningkat.
"Kemarin bulan Oktober sepertinya kita mencapai puncak karena kemudian kasus seakan-akan turun."
"Tapi dugaan saya (pandemi belum mencapai puncak) itu ternyata benar."
"Artinya saat ini kasus di Indonesia masih mendaki, belum mencapai puncak gelombang pertama," ungkap Windhu saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat malam.
Diketahui sejak pertama kali kasus Covid-19 diumumkan di Indonesia pada 2 Maret 2020, sudah ada lebih dari 450 ribu kasus di Indonesia hingga saat ini.
Total hingga hari ini sudah ada 457.735 kasus Covid-19 di Indonesia.
Sedangkan kasus berujung kematian berjumlah 15.037 orang.
Kabar baiknya, total kesembuhan hingga hari ini berjumlah 385.094 orang.
Rekor Tambahan Kasus Positif
Sementara itu kasus tambahan positif Covid-19 harian di Indonesia mencatatkan rekor tertinggi pada Jumat (13/11/2020) dengan 5.444 kasus dalam 24 jam.
Windhu menyebut bisa jadi satu faktor yang mempengaruhi adalah momen libur panjang beberapa waktu lalu.
"Salah satu kemungkinannya akibat libur panjang lima hari itu," ungkap Windhu.
Diketahui pemerintah menetapkan tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama dalam rangka libur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 29 Oktober 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-hasil-tes-covid-19-atau-virus-corona.jpg)