Breaking News:

Update Kondisi Penyintas di Palu

Dihilanglan dari Daftar Penerima Huntap di Palu, 4 Penyintas Mengadu ke Ombudsman

Mereka mengadukan dugaan maladministrasi dalam penyusunan daftar nama penerima Huntap yang berada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu

Editor: mahyuddin
MAHYUDDIN/TRIBUNPALU.COM
Sulteng Bergerak memboyong empat calon penerima Hunian Tetap (Huntap) Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako ke Kantor Ombudsman Sulawesi Tengah, Jl Khairil Anwar, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Jumat (18/12/2020). 

Rumah mereka rata dengan tanah setelah diguncang gempa dua tahun silam.

Kini mereka meninggali hunian sementara yang terletak di belakang Terminal Mamboro, Kota Palu.

"Alasan nama kami dihilangkan karena berkas kami kurang, padahal ada satu tetangga kami yang berkasnya sama menerima kunci Huntap, satu lagi dalam proses," jelas Surya.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Harga Tertinggi Rapid Test Antigen di Pulau Jawa dan Luar Jawa, Ini Harganya

Baca juga: Persipura Protes Soal Penunjukan Wakil Indonesia di AFC Cup, PSSI: Sudah Kami Ajukan ke AFC

Baca juga: Polisi Amankan 155 Orang yang Lakukan Perlawanan Saat Pembubaran Demo 1812

Freddy Onora meminta agar BPBD Kota Palu tidak mempersulit warga yang sudah memenuhi persyaratan memperoleh Huntap.

Dia menyebut BPBD seharusnya sudah memverifikasi data penyintas dan mensosialisasikan penerima bantuan.

“Coba dari awal sudah dilakukan verifikasi faktual, terus dikawal prosesnya dan disosialisasikan dengan baik, yang seperti ini pasti bisa dihindarkan. Kalau sudah begini, Penyintas jadi semakin gelisah terkait kejelasan nasibnya,” ucap Freddy.

Freddy menambahkan, kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi.

“Permasalahan terkait data dan miskoordinasi seperti ini bukan yang pertama, harusnya pemerintah mau belajar dan mulai mendengar. Kita tidak akan tinggal diam, kami pastikan akan selalu berada di sisi Penyintas untuk mengawal proses ini sampai selesai,” ujar Freddy.

Asisten Ombudsman Sulteng Nasrun memastikan laporan itu akan segera diproses sesuai mekanisme penerimaan aduan di Ombudsman.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved