Breaking News:

Liga Indonesia

Liga 1 2020 Dibatalkan PSSI,Pelatih Persib Bandung, Robert: Kita Bisa Fokus ke Hal Lain yang Positif

Menanggapi keputusan PSSI tersebut, Persib Bandung menyatakan menerima keputusan sebagai sebuah risiko dan juga menghormatinya

Penulis: Imam Saputro | Editor: Isti Prasetya
PERSIB.co.id/Ferri Ahrial
Robert alberts saat menjalani konferensi pers Liga 1 

TRIBUNPALU.COM - Kompetisi Liga 1 dan 2 2020 akhirnya dibatalkan oleh PSSI karena kondisi kahar (force majeure)  terkait adanya pandemi Covid-19.

Dalam Liga 1 2020 ini juga diputuskan tidak ada juara dan tidak ada tim yang terdegradasi.

Rapat Exco PSSI itu juga memutuskan peserta kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 adalah peserta kompetisi musim 2020.

Menanggapi keputusan PSSI tersebut, Persib Bandung menyatakan menerima keputusan sebagai sebuah risiko dan juga menghormati PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia.

Persib Bandung berharap, pemangku kebijakan secepatnya memberikan kepastian untuk menatap hari-hari ke depannya, utamnya kepastikan kompetisi Liga 1 2021.

Apalagi, keputusan pembatalan kompetisi 2020 itu tak dibarengi dengan rencana terdekat yang akan dilakukan.

Persib Bandung sebagai sebuah klub professional hidup dari kompetisi dan kegiatan sepakbola, sehingga perlu adanya kepastian jadwal Liga 2021.

PSSI juga diharaplan melakukan aktivasi kegiatan sepakbola selama menunggu dimulainya kompetisi Liga 2021.

“Waktu yang ada pun harus dimaksimalkan dalam penyusunan kalender kompetisi. Mengikuti jadwal sepakbola Eropa bisa menjadi pertimbangan,” tulis klub dalam pernyataan resminya, Kamis 21 Januari 2021.

Pelatih Persib Robert Alberts menilai pembatalan kompetisi adalah langkah tepat untuk kepastian yang selama ini dinantikan.

Sebagai pelaku sepakbola Indonesia, ia manut terhadap aturan itu.

Robert mengaku tak terlalu kaget dengan keputusan yang diambil PSSI dari hasil rapat Exco tersebut.

"Saya sudah menyinggung soal ini pada Desember lalu ketika kita mulai mendapat kabar Liga tidak akan dimulai pada Februari. Jadi, kami pun tidak menggelar latihan di Januari," kata pelatih asal Belanda ini, Kamis, 21 Januari 2021.

Menurutnya, memang kurang maksimal jika kompetisi 2020 dipaksakan.

Terlebih, Liga 1 2020 sudah tak bergulir hampir satu tahun, perlu waktu untuk tim melakukan persiapan.

"Keputusan untuk tidak melanjutkan Liga 1 2020 dalam pandangan saya adalah keputusan yang tepat. Sehingga, sekarang kita semua bisa fokus kepada hal lain, hal yang lebih positif," ucapnya. 

Terkait tidak adanya juara dan degradasi, Robert tidak mempersoalkannya, sebab, kondisi saat ini sulit buat semua klub, termasuk klub Liga 2.

"Yang jelas, setelah 3 dari 34 pertandingan kita tidak bisa menyebut adanya tim juara. Pasalnya, selain itu masih ada klub yang baru menjalani 2 laga," ungkapnya. 

"Kita juga tidak bisa berbicara tentang tim yang terdegradasi karena liga berhenti di masa-masa awal. Tidak hanya tentang liga 1 tapi juga liga 2. Hal ini berdampak besar karena kaitannya dengan banyak klub," pungkasnya.

Liga 1 Musim 2020 Resmi Dibubarkan PSSI

Nasib kelanjutan Liga 1 dan 2 menemui titik terang dari hasil rapat Exco PSSI yang menelurkan beberapa keputusan, Rabu (20/1/2021).

Pertama, untuk musim kompetisi 2020-2021 Liga 1 dan Liga 2 dibatalkan karena kondisi kahar (force majeure) terkait dengan pandemi Covid-19.

Kedua, tidak ada juara dan tidak ada degradasi.

Ketiga, peserta kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 adalah peserta kompetisi musim 2020.

Keempat, kontrak pemain diatur oleh klub mengacu kepada aturan keadaan kahar di dalam kontrak masing-masing klub.

Baca juga: PSSI Resmi Batalkan Liga 1 dan Liga 2 Musim 2020/2021, Tak Ada Tim Juara dan Terdegradasi

Baca juga: Piala Dunia U-20 Diundur, Plt Sekjen PSSI: TC Timnas di Spanyol Jalan Terus, Jaga Fisik dan Mental

Menurut Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, keputusan Exco PSSI ini didasari oleh masukan klub Liga 1 dan 2, yang melakukan pertemuan pada 15 Januari 2021.

"Berdasarkan masukan dan kemudian Exco PSSI membahasanya, akhirnya diputuskan soal kejelasan Liga 1 dan 2 itu. Exco PSSI memutuskan kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2020 dibatalkan,'' kata Iriawan, dari rilis yang diterima Tribunnews.com.

Pengenalan tim Persib Bandung untuk Liga 1 2020
Pengenalan tim Persib Bandung untuk Liga 1 2020 (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Menanggapi keputusan tersebut, Persib menilai kondisi sulit saat ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengatur jadwal kompetisi seideal mungkin.

Salah satunya adalah perombakan dengan menyesuaikan jadwal kompetisi dalam negeri dengan agenda AFC hingga FIFA dengan cara mengikuti kalender kompetisi liga-liga Asia dan juga Eropa. 

Hal ini diutarakan oleh Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono.

Dikutip Tribunpalu.com dari laman ofisial Persib, dengan mengikuti jadwal tersebut beberapa kendala tahunan sepakbola Indonesia diharapkan tak lagi dirasakan, termasuk rekrutmen pemain asing akan lebih mudah jika mengikuti siklus sepakbola Eropa.

Teddy juga menilai dengan mengikuti kalender tersebut, semua klub punya kesempatan sama dalam mendapatkan pemain asing. 

Tak hanya soal pemain, Teddy juga menilai pendaftaran tim ke kompetisi regional tingkat Asia akan menjadi lebih mudah dengan jadwal yang menyesuaikan kompetisi eropa

Sebab, batas pendaftaran ke AFC adalah November. Sedangkan kompetisi di Indoneaia berakhir Desember. 

AFC Cup 2019
AFC Cup 2019 (HANDOVER)

"Dengan mengikuti jadwal Eropa, kendala itu tak  terjadi lagi. Itu yang tadi saya sampaikan perlu dianalisa dan dipikirkan untuk kebaikan sepakbola Indonesia ke depan. Kalau itu (opsi mulai Agustus), menjadikan sepakbola Indonesia lebih baik, oke kita putuskan Liga 2021-2022 mulai bulan Agustus," katanya. 

Selain itu, kosongnya kompetisi antara Februari - Juli dinilai Teddy bisa digunakan untuk PT Liga Indonesia Baru maupun PSSI dan juga klub berbenah.

Madura United dan Persipura Sudah Bubar Duluan

Sebelum keputusan tersebut keluar, dua tim besar yakni Persipura Jayapura dan Madura United memilih untuk membubarkan diri.

Dari bumi Papua, tim Mutiara hitam terhitung sejak 6 Januari 2021, memutuskan untuk membubarkan tim.

Keputusan Persipura Jayapura membubarkan tim ini terpaksa dilakukan lantaran kondisi keuangan yang sulit.

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan, keputusan tim untuk bubarkan diri sudah dipikirkan secara matang dari jauh-jauh hari.

"Hari ini Rabu, 6 Januari 2020, Kami putuskan Persipura hentikan seluruh aktifitas," ujar Benhur Tomi Mano.

"Situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh ofisial," kata Benhur Tomi Mano di Instagram resmi Persipura Jayapura.

Bank Papua yang tak mampu membayar sisa kontrak sebesar lima miliar rupiah menjadi pertimbangan Persipura Jayapura membubarkan tim.

"Hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu 5 Miliar, jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan maret tahun lalu," tutur Benhur.

Senada dengan apa yang terjadi di Persipura, Madura United juga memilih untuk membubarkan timnya.

Seminggu sebelum Persipura bubar, Madura United sebagai salah satu Kontestan Liga 1 2020 juga mengumumkan bubar menyusul ketidakjelasan lanjutan kompetisi.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, telah mengumumkan keputusan tersebut melalui akun instagramnya pada Senin (28/12/2020).

Rencana pembubaran tim sejatinya sudah dirancang sejak awal Desember lalu.

Namun perlu digarisbawahi, pembubaran ini tak lantas membuat Madura United menghilang keberadaanya.

Achsanul Qosasi hanya membubarkan skuad yang telah dibentuk untuk musim 2020.

Pria akrab disapa AQ itu enggan terus-terusan menggantungkan nasib pada PSSI atau PT LIB.

"Pemain kami bubarkan, kini saatnya klub melakukan pembenahan, dengan membenahi administrasi dan infrastrukur yang menjadi syarat dari AFC dan FIFA," tulis AQ di akun Instagram pribadinya, Senin (28/12/2020).

"Kami tidak ingin larut dalam pandemi ini. Ketidak jelasan ini sulit diungkap untuk sekadar berharap," tambah pria asal Sumenep, Madura itu.

(Tribunpalu.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved