Breaking News:

Dua Raja Sabu Palu

BREAKING NEWS: 2 Raja Sabu 25 Kg dari Palu Divonis Hukuman Seumur Hidup

Roman dan Malik adalah terdakwa dengan kasus penyelunduoan 25 kg sabu. Narkoba jenis sabu ini sudah dimusnahkan September 25.772,12 Gram

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Tamzil Thahir
TribunPalu.com/muhakir
SIDANG VIRTUAL - Ruang sidang Chandra PN Klas 1a Palu, saat menunggu sidang virtual kasus narkoba terbesar di Palu,. Senin (25/1/2021). Dua terdakwa dihukum penjara seumur hidup. 

Sidang Virtual Kasus 25 Kg Sabu Terbesar di Palu Sempat Ditunda

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Muhakir Tamrin

TRIBUNPALU.COM, PALU - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Palu, Senin (25/1/2021) memvonis hukuman penjara seumur hidup bagi dua bandara narkotika asal Palu.

Kedua bandar besar narkotika jenis sabu asal Palu itu adalah, Roman R Sumbadjindja alias Oman Bin Ruslin (36 tahun) dan Abdul Malik alias Malik Bin Mahfid (38 tahun).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Marliyus di Ruang Sidang Chandra PN Kelas 1A Palu, Jl SAM Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulteng.

Sidang digelar virtual ini sempat tertunda.

Awalnya diagendakan pukul 09.00 dan 10.00 Wita.

Majelis hakim baru membacakan amar putusan sekitar pukul 17,25 Wita.

Roman dan Malik adalah terdakwa dengan kasus penyelunduoan 25 kg sabu.

Narkoba jenis sabu ini sudah dimusnahkan September 25.772,12 Gram dari total 25.838,29 gram yang dilakukan penyitaan,” kata Irjen Pol Syafril Nursal Kamis (16/7/2020).

Keduanya masih di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Palu Jl Bali, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Pantauan TribunPalu.com, sidang virtual itu belum dimulai pukul 15.23 WITA.
"Hakimnya masih ada sidang di ruangan lain," kata Panitera Ruang Chandra Pengadilan Negeri Palu.

Keduanya ditangkapan tanggal 28 Juni 2020, di depan Pos Covid Kelurahan Pantoloan Palu, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu.

Roman (35) warga Jl Kimaja Palu. Sedangkan Malik  (38), warga Desa Pomolulu Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, dengan barang bukti sabu seberat 24.930,39 gram.

Polisi mengungkap pemilik 25 Kilogram sabu yang ditangkap pada Minggu (28/6) malam, adalah narapidana berinisial S yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Petobo pada gempa 28 September 2018 lalu.

Terdakwa merupakan jaringan narkoba yang pernah ditangkap oleh pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Saat gempa Palu, pelaku tersebut melarikan diri ke Negeri Jiran, Malaysia.

"Yang punya ini satu keluarga, dia itu lari waktu gempa ke Malaysia,” ujar Syafril Nursal. (*)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved