Breaking News:

Sulawesi Tengah

VIDEO : Perkenalan Mutmainah Korona Seorang Aktivis Perempuan dan Anggota Dewan Palu

Neng mulai bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Aisyah di Kelurahan Tawaeli. Mutmainah menjadi penjaja kue sejak duduk di bangku SD hingga SMP.

Ketua Komisi Pemerintahan 'A' DPRD Kota Palu, Mutmainah “Neng” Korona (41), meminta pasangan Wali Kota dan wakil wali kota Palu terpilih, Hadianto Rasyid dan dr Reny A Lamadjido, serius menangani pemulihan pascabencana di Kota Palu.

Pernyataannya ini sempat viral.

Pasalnya, meski sudah tiga tahun berlalu, bengkalai trio-bencana Palu, gempa, tsunami dan leikuefaksi, masih menumpuk.

Momen jelang pelantikan wali kota dan wakil wali kota Palu, jadi momentum pengingat.

Mutmainah adalah politisi partai lawan Hadianto-Reni di Pilwali Palu, 9 Desember 2020.

Di Pilwali lalu, Partai Nasdem, partai Korona mengabdi, mengusung pasangan Aristan dan Mahyuddin.

Sayang, jagoan pemenang pemilu legislatif dan pilgub Sultra ini kalah. Usungannya, Aristan - Wahyuddin justru peraih suara “juru kunci” pilkada ibu kota provinsi Sulteng.

Dua pekan menjelang seremoni pelantikan pasangan walikota ‘baru’ Palu, 16 Februari 2021 mendatang, Tribun pun bertemu dan mewawancara Korona. Unikanya nama Korona juga sempat viral di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ini.

Mulai dari jualan kue, menjahit, menjual sendal di pesantren, menjadi guru TK, hingga mendirikan yayasan pendidikan politik bagi perempuan kampung pernah ia lakoni.

Wanita kelahiran 3 Juli 1979 adalah anak pertama dari enam bersaudara. Neng, itulah nama panggilan akrabnya.

Halaman
12
Penulis: Nur Saleha
Editor: Putri Safitri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved