Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Pertama di Indonesia, Alat Pendeteksi Likuefaksi akan Dipasang di Kota Palu dan Sigi

BPBD Sulawesi Tengah akan memasang alat pendeteksi likuefaksi. Rencananya dipasang di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

TribunPalu.com/Lia_Abast
Kerusakan bangunan Mall Tatura Palu (MTP) akibat gempa yang terjadi 28 September 2018 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia

TRIBUNPALU.COM, PALU- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah akan memasang alat pendeteksi likuefaksi.

Rencananya dipasang di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Sulteng, Asharafudin mengungkapkan, alat pendeteksi dini likuefaksi  masih dalam proses pembuatan. 

Utang Jatuh Tempo, Ibu Rumah Tangga di Morowali Pura-pura Jadi Korban Jambret

Bikin Panik! Cerita Warga Morowali Termakan Hoax Tsunami dan Gempa Susulan

Bagi Masker, Cara Polisi-TNI di Kota Palu Bantu Penyintas Bencana Terhindar Virus Corona

Pembuatan alat pendeteksi ini melibatkan dosen dan mahasiswa di Fakultas tekhnik, Universitas Tadulako Palu.

"Kami akan buat dan bekerjasama dengan dosen di Untad yang bisa membuat itu, rencana sistem deteksi dini akan dipasang di Sigi dan Kota Palu," ungkap Ashrafudin, Jumat (5/2/2021).

Rencananya, pihak BPBD akan membuat sebanyak delapan unit alat pendeteksi dini likuefaksi.

Dipasang di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Ashrafudin menjelaskan untuk titik penempatan alat tersebut, BPBD akan berkoordinasi dengan pihak Geospasial dari Badan Geologi.

“Untuk titiknya kami akan koordinasi dengan geospasial, karena mereka yang lebih tau soal titik titiknya," jelasnya.

likuefaksi
Gempa disusul likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018 di Kota Palu lalu menyebabkan kerusakan bangunan.
Halaman
12
Penulis: Kristina Natalia
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved