Sulteng Hari Ini
Pertama di Indonesia, Alat Pendeteksi Likuefaksi akan Dipasang di Kota Palu dan Sigi
BPBD Sulawesi Tengah akan memasang alat pendeteksi likuefaksi. Rencananya dipasang di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia
TRIBUNPALU.COM, PALU- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah akan memasang alat pendeteksi likuefaksi.
Rencananya dipasang di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Sulteng, Asharafudin mengungkapkan, alat pendeteksi dini likuefaksi masih dalam proses pembuatan.
• Utang Jatuh Tempo, Ibu Rumah Tangga di Morowali Pura-pura Jadi Korban Jambret
• Bikin Panik! Cerita Warga Morowali Termakan Hoax Tsunami dan Gempa Susulan
• Bagi Masker, Cara Polisi-TNI di Kota Palu Bantu Penyintas Bencana Terhindar Virus Corona
Pembuatan alat pendeteksi ini melibatkan dosen dan mahasiswa di Fakultas tekhnik, Universitas Tadulako Palu.
"Kami akan buat dan bekerjasama dengan dosen di Untad yang bisa membuat itu, rencana sistem deteksi dini akan dipasang di Sigi dan Kota Palu," ungkap Ashrafudin, Jumat (5/2/2021).
Rencananya, pihak BPBD akan membuat sebanyak delapan unit alat pendeteksi dini likuefaksi.
Dipasang di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Ashrafudin menjelaskan untuk titik penempatan alat tersebut, BPBD akan berkoordinasi dengan pihak Geospasial dari Badan Geologi.
“Untuk titiknya kami akan koordinasi dengan geospasial, karena mereka yang lebih tau soal titik titiknya," jelasnya.
Jika berhasil dipasang, alat pendeteksi likuefaksi ini menjadi alat pertama di Indonesia.
BPBD berharap, alat tersebut juga bisa menjadi percontohan untuk daerah daerah lain.
“Semoga ini berhasil untuk kedepannya lagi. Karena belum ada kan di Indonesia alat untuk likuefaksi," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2018 lalu, sejumlah titik di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, dilanda bencana gempa bumi disusul oleh likuefaksi.
Data BPBD, lokasi terdampak parah di Palu yakni Kelurahan Balaroa dan Petobo.
Sedangkan di Kabupaten Sigi kerusakan parah terjadi di Desa Jono Oge dan Sibalaya Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/mtp-rusak.jpg)