Sekolah Daring
Hindari Kluster Pendidikan, Pembelajaran dan Pendaftaran SMA Sederajat Tahun 2021 Masih Daring
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA, SMK dan SLB di Sulawesi Tengah dilakukan secara daring (dalam jaringan).
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam
TRIBUNPALU.COM, PALU - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA, SMK dan SLB di Sulawesi Tengah dilakukan secara daring (dalam jaringan).
Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tengah, Irwan Lahace mengungkapkan, baik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) maupun kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara online di tahun 2021 ini.
"Dikhawatirkan adanya kluster pendidikan, makanya tidak dibuka kegiatan belajar mengajar secara tatap muka," ungkap Irwan saat ditemui TribunPalu.com, Senin (8/2/2021) siang.
Irwan sudah berkeliling sekolah di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Di antaranya Kabupaten Poso, Toli-toli, Donggala, Sigi dan Kota Palu.
• Ramalan Zodiak Cinta Jomblo Selasa 8 Februari 2021:Virgo jadi Pusat Perhatian, Libra Sedang Insecure
• Prakiraan Cuaca BMKG Selasa, 9 Februari 2021: 20 Provinsi Ini Waspadai Terjadi Cuaca Ekstrem
• Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan: PSBB Jakarta Diperpanjang 2 Pekan Smapai 22 Februari
Hal itu untuk evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.
" Jadi instruksinya setiap sekolah harus menyiapkan tempat cuci tangan", katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menginstruksikan pemerintah kabupaten maupun kota untuk meningkatkan pengawasan penyebaran COVID-19.
Instruksi itu disampaikan Gubernur Longki melalui surat edarannya.
Ia menghimbau pemerintah kabupaten maupun kota menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Di antaranya membatasi tempat atau kerja perkantoran dengan kembali memperketat Work From Home (WFH) sebesar 75%, dan Work From Office (WFO) 25%.
Pelaksanaan pembelajaran pun harus tetap secara daring.
Sementara pembatasan jam operasional untuk restoran, cafe, tempat hiburan dan pusat perbelanjaan hanya sampai pukul 20.00 Wita.
Tempat ibadah pun hanya boleh menampung 50 persen dari kapasitas ruangannya.
• Jelang Hari Ulang Tahun Sang Anak, Raisa dan Hamish Daud Buka Donasi, Ini Tujuannya
• Asik Sabung Ayam di Sigi, Seorang ASN Donggala Ditangkap Bersama Empat Penjudi Lainnya
• Kontrol Kebijakan Hadianto-Reny, KNPI Palu Siap Tampung Keluhan Masyarakat
Instruksi disampaikan Gubernur Longki melalui Surat Edaran 443/45/Dis.Kes tentang pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Sulawesi Tengah, Rabu (3/2/2021).
Berikut 11 wilayah diminta menerapkan semi PSBB alias PPKM.
Di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, Poso, Morowali dan Morowali Utara.
Sedangkan empat kabupaten lainnya adalah Kabupaten Tojo Una-una, Banggai, Toli-toli dan Buol.
Longki Djanggola menegaskan Kabupaten/kota masuk zona merah agar menerapkan PPKM di wilayah masing-masing.
Hal itu sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 02 tahun 2021.
Instruksi Mendagri tersebut tentang Perpanjangan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat, untuk pengendalian penyebaran COVID-19.
Hingga saat ini pandemi Covid-19 masih mewabah hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah. (*)