Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Polisi Ciduk Sopir Mobil Muat 11 Karung Batu dan Pasir di Sulteng, Diganjar Denda Rp 1 M

Pria berinisial AH, Warga Jl Veteran Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah harus berurusan dengan polisi terkait kasus tambang ilegal.

Penulis: Kristina Natalia | Editor: Kristina Natalia
TribunPalu.com/Lia_Abast
Polisi menangkap AH, warga Jl Veteran, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. AH kedapatan mengangkut hasil tambang ilegal dari dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia

TRIBUNPALU.COM, SIGI- Pria berinisial AH, warga Jl Veteran, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, harus berurusan dengan polisi.

Ia kedapatan mengangkut hasil tambang ilegal dari dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. 

Sebelum ditangkap, polisi menerima informasi dari masyarakat pada Minggu (7/2/2021), bahwa ada satu unit mobil diduga membawa hasil pertambangan dari Desa Dongi-dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Tak menunggu lama, polisi kemudian menuju TKP dan menahan mobil jenis Toyota Avanza warna hitam yang  dikendarai  pelaku AH.

Barang bukti hasil
Barang bukti hasil (TribunPalu.com/Polres_Sigi)

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap muatan dari mobil Avanza tersebut ditemukan sebanyak sebelas setengah karung batu bercampur pasir yang diduga mengandung mineral emas yang berasal dari pertambangan illegal," ungkap Kapolres Sigi, AKBP Yoga Priyahutama, Senin (8/2/2021).

Dari keterangan pelaku, 11 karung barang bukti itu akan di bawa ke tempat pengolahan di Kelurahan Paboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"AH melakukan pengangkutan 11 setengah karung batu bercampur pasir tanpa dilengkapi surat izin pengakutan dari pihak yang berwenang. AH mendapatkan upah dari pengangkutan tersebut," jelas Yoga.

Akibat perbuatannya, AH dijerat dengan Pasal 90 ayat (1) Jo Pasal 17 Ayat (1) huruf C, Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan.

Ancamannya paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun penjara serta denda paling sedikit Rp1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah).

AH juga diancam Pasal 161 Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan acaman hukuman 10 tahun dan denda paling sedikit Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved