Breaking News:

Vaksin Covid 19

Vaksin Covid-19 Disebut Bikin Mandul, WHO Akhirnya Rilis Klarifikasi

Beberapa waktu belakangan beredar rumor mengenai vaksin Covid-19 diduga bisa menyebabkan kemandulan.

Penulis: Muh Ruliansyah | Editor: Muh Ruliansyah
bgr.com
ILUSTRASI vaksin. 

TRIBUNPALU.COM - Beberapa waktu belakangan beredar rumor mengenai vaksin Covid-19 diduga bisa menyebabkan kemandulan.

Rumor tersebut bereda luas di dunia maya dan sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter.

Tidak sedikit masyarakat percaya terhadap rumor tersebut.

Akibatnya, muncul ketakutan dan penolakan terhadap penggunaan vaksin Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya merilis klarifikasi resmi.

Perang Twit, Susi Pudjiastuti ke Ferdinand Hutahaean: Apa Masalah Anda Pak?

Kemenlu Catat Ada Tambahan 2 WNI Positif Covid-19 yang Tersebar di Dua Negara

Kronologi Petugas Satpol PP Dihukum Push Up Usai Tegur Ayu Ting Ting, Jadi Viral di Medsos

Rilis tersebut disampaikan Direktur Program Imunisasi WHO, Dr Kate O'Brien.

"Vaksin yang diberikan ke orang-orang tidak bisa menyebabkan kemandulan. Ini rumor lama yang juga sering muncul pada banyak vaksin lain dan selama ini tidak pernah terbukti kebenarannya," kata Kate melalui halaman resmi Twitter WHO, Senin (8/2/2021). 

Kate pun memastikan bahwa rumor mengenai vaksin Covid-19 bisa menyebabkan mandul adalah infromasi yang salah.

"Tidak ada vaksin yang bisa menyebabkan kemandulan," katanya.

Saat ini di Indonesia masih diupayakan vaksinasi secara bertahap.

Pertemuan Pasha Ungu dan BPK Sulteng, Ini Agendanya

Bangun Kerukunan Umat, Ini Kebiasaan di Vihara Eka Dharma Manggala Palu Jelang Imlek

Kim Jong Un Tindak Tegas Rakyatnya yang Gunakan Mobil Berkaca Gelap, Khawatirkan Hal Sepele Ini

Pada hari Senin, (8/2/2021) pemerintah akan menjalankan program vaksinasi bagi orang lanjut usia (lansia).

“Saya mendapat informasi bahwa tenaga kesehatan diatas 60 tahun sebenarnya ada sekitar 11.600 mereka belum bisa disuntik vaksin karena emergency use authorization (EUA) BPOM pertama kali untuk usia 18-59 tahun,” kata Budi Gunadi pada konferensi pers daring, Minggu (7/1/2021).

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan Vaksin Coronavac buatan Sinovac bagi lansia di atas 60 tahun.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved