Minggu, 26 April 2026

Soroti Pidato Prabowo Soal Kader Gerindra Jangan Gaduh yang Tidak Perlu, Effendi Gazali: Fadli Zon?

"Saya rasa komplit lima poin (yang disampaikan Prabowo), pertama, jangan mau diadu domba. Kedua, jangan mengarah ke kebencian, apapun jangan,"

Editor: Imam Saputro
Youtube/Kompas TV
Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali 

TRIBUNPALU.COM -  Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali mengomentari pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di ulang tahun Gerindra pada Senin (8/2/2021).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan sejumlah poin kepada para kader Gerindra.

Hal yang menjadi sorotan Prabowo terhadap kader partai berlambang garuda itu agar tidak menimbulkan kegaduhan dan perpecahan.

Menteri Pertahanan itu juga mengimbau kader Gerindra tetap berpegang teguh kepada ideologi partai.

Komentar Effendy disampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Selasa (9/2/2021).

Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali menganalisis isi sambutan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Selasa (9/2/2021).
Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali menganalisis isi sambutan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Selasa (9/2/2021). (Capture YouTube Apa Kabar Indonesia TvOne)

"Saya rasa komplit lima poin (yang disampaikan Prabowo), pertama, jangan mau diadu domba. Kedua, jangan mengarah ke kebencian, apapun jangan," papar Effendi Gazali mengulang pernyataan Prabowo.

"Ketiga, partainya tetap ada idealisme, keyakinan, dan lain-lain. (Keempat) jangan pernah kehilangan kepercayaan diri," lanjut dia.

"(Kelima) jangan terlibat dalam gaduh yang tidak perlu atau isu-isu yang tidak perlu."

Effendi Ghazali langsung mengaitkan ke Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Diketahui Fadli Zon memang merupakan sosok yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah, meskipun saat ini Gerindra sudah tergabung dengan koalisi pemerintahan.

"Lalu Anda mau memancing ini ke arah Fadli Zon, bukan?" ucap Effendi.

Ia menyinggung penjelasan pihak Gerindra terkait sambutan Prabowo terkesan normatif saja.

Maka dari itu, ada kemungkinan publik bisa saja menafsirkan imbauan Prabowo bermaksud menyentil kadernya yang mana.

"Saya kira orang bisa menginterpretasikan ke mana saja, (misalnya) ke Bang Fadli Zon," kata Effendi.

Selain Fadli Zon, sebelumnya Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis membuat pernyataan yang kontroversial.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved