Breaking News:

Berita Populer

TNI Gugur Diberondong KKB, Kapolda Papua ke DPRD dan Pemprov: Turun Dong

rajurit TNI dari Satuan Batalyon Infanteri 400/Banteng Raider gugur atas serangan balas dendam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Editor: Haqir Muhakir
Facebook/TPNPB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. 

TRIBUNPALU.COM - Prajurit TNI dari Satuan Batalyon Infanteri 400/Banteng Raider gugur atas serangan balas dendam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Prajurit TNI Banteng Raider yang gugur ditembak KKB Papua adalah Prada Ginanjar Arianda.

Menindaklanjuti hal itu, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) ikut turun tangan menyelesaikan masalah KKB Papua di Intan Jaya.

Hal itu diperlukan karena persoalan di Intan Jaya tidak cukup hanya mengandalkan peran aparat keamanan dan bupati setempat.

"Kami berharap tidak hanya Bupati yang menangani, harus ada peran dari DPRP, Pemprov Papua, turun dong, datang dan ajak (masyarakat) bicara. Kalau kami aparat yang bicara, masyarakat sudah apriori dan kemudian pendekatannya pasti dengan imbauan. Tapi, kalau tidak mau pasti kami jalankan peran dan fungsi kami, karena buktinya anggota jadi korban terus," tutur Paulus, seperti dikutip dari Surya.co.id, Selasa (16/2/2021).

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kapolda Papua Minta Pemprov dan DPRP Ikut Turun Tangan Atasi Masalah di Intan Jaya'.

Celine Evangelista Beri Jawaban Tak Terduga saat Disinggung Soal Isu Sudah Tak Dinafkahi Stefan

Warganya Viral Beli Mobil Ramai-ramai dari Uang Penjualan Tanah, Kades Justru Khawatirkan Hal Ini

Hubungan Andin dan Aldebaran Mulai Membaik, Pemeran Roy Keceplosan Singgung Soal Kehamilan

Lesti Kejora Sebut Rizky Billar adalah Orang yang Paling Ia Sayang Selain Keluarga dan Orangtua

Dikatakan Paulus, konflik yang kian memanas di Kabupaten Intan Jaya karena dipengaruhi adanya akumulasi kekecewaan sekelompok masyarakat pada Pilkada 2017.

Oleh karena itu, meskipun kepala daerah saat ini sudah berusaha merangkul mereka yang kecewa dalam Pilkada tersebut, namun, dianggap masih kurang efektif.

"Saya lihat mereka (Pemkab) terkendala, Intan Jaya itu kemungkinan besar ada rentetannya dengan Pilkada karena ada amarah kekecewaan yang memang tersimpan di dalam sanubari masyarakat Intan Jaya, saya paham itu," ujarnya.  

"Saya pikir pemerintahan yang sekarang sedang mencoba merangkul mereka-mereka yang jadi saingan saat Pilkada, tapi mungkin ada bagian yang belum sehingga kelompok ini terus memunculkan amarah-amarah itu," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved