Hari Jumat
7 Peristiwa Penting di Hari Jumat dalam Islam: Hari Diciptakan Nabi Adam, Hari Kiamat
Hari Jumat adalah hari pendahulu dalam islam yang disebut sayyidul ayyam. Ada banyak kejadian bersejarah terjadi pada Jumat.
TRIBUNPALU.COM - Hari Jumat adalah hari pendahulu dalam Islam yang disebut sayyidul ayyam.
Ada banyak kejadian bersejarah terjadi pada Jumat.
Sehingga menjadikan hari Jumat lebih mulia dari 6 hari lainnya.
Melakukan amalan di hari Jumat menjadi sunnah bagi semua umat Muslim.
Hari Jumat memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan.
Doa-doa yang dipanjatkan pada hari jumat akan dikabulkan.
Baca juga: Berdoa di Hari Jumat akan Dikabulkan Secara Mutlak, Ini 4 Amalan dan Keistimewaan Serta Hadits-nya
Berikut merupakan 6 peristiwa penting dalam Islam terjadi di hari Jumat.
Nabi Adam merupakan manusia pertama di Bumi.
Allah menciptakan Nabi Adam AS pada hari Jumat.
Allah berfirman kepada para Malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Kemudian mereka berkata:
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
Allah kembali berfirman:
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah: 30)
Baca juga: Bocoran Ikatan Cinta 19 Februari 2021: Aladin Adik Reyna OTW, Al Gendong Bayi di Lokasi Syuting
2. Nabi Adam AS Diturunkan ke Bumi
Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa diturunkan ke bumi pada hari Jumat.
Mereka dihukum dan dikeluarkan dari surga karena melanggar perintah Allah yaitu memakan buah khuldi.
Peristiwa itu termaktub dalam Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah ayat 36:
“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.
3. Perintah Shalat Jumat
Printah shalat Jumat turun pada hari Jumat.
Khusus bagi kaum laki-laki, shalat Jumat merupakan kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan.
Apabila telah meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali maka tergolong orang yang fasik.
Orang fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
Selain itu disunnahkan untuk pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al Jumuah ayat 9:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ.
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS. Al Jumuah:9)
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda:
“Jumat adalah kewajiban bagi setiap Muslim secara jamaah kecuali empat orang. Hamba sahaya yang dimiliki, perempuan, anak kecil dan orang sakit”. (HR. Abu Daud).
4. Dikumpulkanya Kedua Orang Tua
Hari Jumat merupakan hari di mana Allah SWT menghimpunkan kedua orang tua.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ، حَدَّثَنَا عَبِيدة بْنُ حُمَيد، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ قَرْثَع الضَّبِّيِّ، حَدَّثَنَا سَلْمَانُ قَالَ: قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَا سَلْمَانُ، مَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ؟ ". قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَوْمٌ جُمع فِيهِ أَبَوَاكَ -أَوْ أَبُوكُمْ"
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Ubaidah ibnu Humaid, dari Mansur, dari Abu Ma'syar, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Qursa' Ad-Dabbi, telah menceritakan kepada kami Salman, bahwa Abul Qasim Saw. pernah bersabda, "Hai Salman, apakah hari Jumat itu?" Salman menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Maka Rasulullah Saw. bersabda: Hari Jumat itu adalah hari yang padanya Allah menghimpunkan kedua orang tuamu, atau orang tuamu.
5. Waktu Mustajab/Waktu Berdoa
Berdoa di hari Jumat akan dikabulkan secara mutlak.
Sehingga waktu paling tepat untuk berdoa adalah hari Jumat.
Seperti diriwayatkan dalam sebuah hadits:
“Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jumat lalu ia bersabda, Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Bukhari no. 935 dan Muslim no. 852, dari sahabat Abu Hurairah).
6. Hari Kiamat
Hari Kiamat adalah sesuatu yang akan dan pasti akan terjadi.
Waktu terjadinya hanya Allah yang mengetahui.
Namun, melalui rasul-Nya, Allah memberitahukan bahwa hari kiamat akan terjadi pada hari Jumat.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda:
"Pada hari itu (Jumat) Kiamat akan terjadi dan tak ada binatang melata satu pun kecuali mereka menunggu pada hari Jumat sejak shubuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat kecuali jin dan manusia". (HR. Abu Daud). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/doa-dan-niat-puasa-1-rajab.jpg)