Breaking News:

Selamat Datang Wali Kota Baru

DPRD Usulkan Wali Kota Palu Terpilih ke Kemendagri Hari Ini

DPRD Palu menggelar rapat paripurna pengusulan pengesahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu terpilih, Minggu (21/2/2021).

handover/alkhairaat
Foto pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid dan dr Renny Lamadjido 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah alisa DPRD Palu menggelar rapat paripurna pengusulan pengesahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu terpilih, Minggu (21/2/2021).

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu terpilih di Pilkada 2020 adalah Pasangan Hadianto-Reny.

Paripurna itu diagendalan DPRD Palu pasca penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu.

Dalam agenda itu rencananya akan dilaksanakan Minggu (21/2/2021) pukul 10.00 Wita, bertempat di Ruang sidang utama DPRD Kota Palu, jl Moh Hatta nomor 14 Kelurahan Lolu Utara Kecamatan Palu Timur.

Data dari Sub Bagian Protokol Humas Pemerintah Kota Palu, Kegiatan pengusulan tersebut akan dihadiri Pelaksana harian Wali Kota Palu, Asri.

Undangan DPRD Palu dalam penetapan pengusulan Wali Kota Palu terpilih
Undangan DPRD Palu dalam penetapan pengusulan Wali Kota Palu terpilih (Handover)

Sehari sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu menetapkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu terpilih Hadiantor Rasyid-dr Reny A Lamadjido.

Penetapan Pleno terbuka tersebut dilakukan di Hotel Santika Palu, Jl Moh Hatta nomor 18, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sabtu (20/2/2021) pagi.

Rapat pleno dimulai pukul 09.40 Wita.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu Agussalim menyebutkan, hasil pleno terbuka akan langsung dirapatkan di tingkat DPRD dengan agenda pengusulan pengesahan pengangkatan calon Wali kota dan Wakil Wali Kota Palu terpilih.

Sebelumnya, Gugatan pemilihan kepala daerah pasangan nomor urut 03 Hidayat-Habsa tidak dapat diterima Mahkamah Konstitusi (MK).

Karena tidak memenuhi syarat selisih suara maksimal 1.5 persen, sesuai ketentuan pasal 158 ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Pasangan Hidayat-Habsa menggugat pasangan nomor urut 02 Pasangan Hadianto-Reny.

Penolakan tersebut telah tercantum dalam putusan dan ketetapan MK Nomor 94/PHP.KOT-XIX/2021.

Dalam perkara perselisihan hasil pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu Tahun 2020, pada rabu, 17 Februari 2021.(*)

Penulis: Moh Salam
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved