Breaking News:

Banjir Rendam Tojo Unauna

8 KK Korban Banjir di Tojo Una-una Sulteng Akan Tinggal Sementara di Gubuk Sawah dan Rumah Warga

Delapan kepala keluarga korban banjir di Desa Tayawa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah masih mengungsi, Rabu (24/2/2021).

TribunPalu.com/Handover
Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Parigi sudah tiba di lokasi banjir dan langsung melakukan evakuasi dan pertolongan, Jumat (19/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu, Kristina Natalia

TRIBUNPALU.COM, TOUNA- Delapan kepala keluarga korban banjir di Desa Tayawa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah masih mengungsi di gedung Madrasah, Rabu (24/2/2021).

Banjir menghanyutkan rumah milik delapan KK berserta barang-barang berharga lainnya pada Kamis 18 Februari 2020, belum lama ini.

"Masih mengungsi di gedung Al-Khairaat di situ," tutur Camat Tojo, Lider Makaruru, Rabu (24/02/2021)

Menurut Lider Makaruru, untuk sementara ini ada dua langkah dilakukan pemerintah terhadap delapan KK korban banjir.

Baca juga: Kekerasan Anak Jalanan di Palu Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya 

Baca juga: SAR Palu Ketambahan Alat Pencarian dan Penyelamatan untuk Wilayah Perairan

Pertama beberapa warga korban banjir ditempatkan di rumah warga lain yang tak terdampak banjir.

Sementara korban banjir yang kehilangan rumah, saat ini memanfaatkan gubuk di kebung masing-masing.

"Warga yang rumahnya hanyut itu punya lahan sendiri, seperti sawah dan kebun, ditempat itu mereka punya pondok tetapi tidak layak huni, rencananya pondok tersebut direhab sedikit agar sementara bisa ditinggali," jelas Lider Makaruru.

Lider Makaruru mengatakan hari ini tim dari kecamatan, bersama TNI dan Polri, telah turun ke lokasi kejadian banjir untuk mendata kebutuhan masing-masing rumah untuk dilakukan perbaikan.

Banjir di Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, Kamis (18/2/2021)
Banjir di Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, Kamis (18/2/2021) (TribunPalu.com/Handover)

"Di sini ada beberapa pengusaha, kita akan kerjasama dengan mereka untuk membantu korban," terangnya.

Ia juga menambahkan hal ini merupakan langkah awal yang dilakukan untuk membantu korban bencana banjir terdampak parah, sambil menunggu rencana relokasi oleh pemerintah.

"Sambil menunggu relokasi nanti. Kan itu proses jangka panjang," ujarnya.

Sebelumnya pada Kamis (18/02/2021) akibat hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kabupaten Tojo Una-una.

Akibatnya banjir merendam tiga Desa di Kecamatan Tojo dan menyebabkan delapan rumah hanyut bersama barang-barang berharga lainnya.

Tidak ada korban jiwa namun dari data, sebanyak 85 rumah terendam banjir, terdiri dari 92 KK dan 345 korban jiwa. (*)

Penulis: Kristina Natalia
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved