Rabu, 27 Mei 2026

Teroris MIT Poso

Duka Keluarga Menanti Jenazah Briptu Herlis yang Gugur Saat Kontak Tembak dengan MIT Poso

Satu prajurit Brimob Polda Sulteng gugur pasca baku tembak di Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (3/3/2021).

Tayang:
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Sejumlah personel Brimob Polda Sulteng bersenjata lengkap bersiaga di RS Bhayangkara Palu menunggu kedatangan jenazah korban kontak tembak, Rabu (3/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.Com, Kristina Natalia

TRIBUNPALU.COM, PALU- Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, kabar duka datang dari anggota Brimob yang bergabung di Satgas Madago Raya.

Satu prajurit Brimob Polda Sulteng gugur pasca baku tembak di Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (3/3/2021).

Briptu Herlis meninggal dunia dan jenazahnya saat ini masih dilakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Kabar duka ini sudah disampaikan kepada keluarga yang berada di Desa Kondara, Kecamatan Pangkue, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Jenazah Rekannya Tiba, Brimob Bersenjata Lengkap Bersiaga di RS Bhayangkara

Baca juga: Kronologi Briptu Herlis Gugur saat Kontak Tembak dengan MIT Poso, Berawal dari Patroli Pengejaran

Rasa kehilangan diucapkan Asti (35), sepupu Briptu Herlis.

Keluarga masih tidak percaya, adiknya itu akan gugur dalam keadaan bertugas.

"Kami dengar kabar sekitar jam 4 sore, sampai sekarang masih belum percaya kalau adikku itu sudah meninggal," kata Asti.

Sebelum masuk ke hutan dan melanjutkan tugas, Briptu Herlis sempat menghubungi sang ayah dan pamit.

Ia juga berjanji akan kembali pulang ke rumah dan bertemu sang ayah.

Briptu Herlis
Briptu Herlis (handover/facebook)

"Komunikasi terakhir itu. Makanya kami masih tidak percaya. Sebelum masuk hutan dia pamit ke papanya," cerita Asti.

Briptu Herlis termasuk sosok pendiam dimata keluarga.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini juga penyayang dengan keluarga.

"Dia angkatan 2013, terakhir saya jemput waktu dia pulang dari pendidikan. Kalau ibunya sudah meninggal, sisa bapaknya yang selama ini berkomunikasi dengan dia," ucap Asti.

Selama menjalankan tugas dan bergabung dalam Satgas Madago Raya, Briptu Herlis selalu melontarkan kalimat-kalimat semangat untuk menenangkan keluarga.

Baca juga: BREAKING NEWS: Teroris MIT Poso Kontak Tembak dengan Satgas Madago Raya, 1 Brimob Dikabarkan Tewas

Baca juga: Briptu Herlis Gugur dalam Kontak Tembak dengan MIT Poso, Sempat Janjikan Hal Ini Kepada Ayahnya

"Anaknya baik, selalu bersemangat. Kami tidak percaya kalau dia akan meninggal dalam tugas ini," tutur Asti.

Saat ini keluarga sudah berkumpul di rumah duka, tepatnya di kediaman Briptu Herlis.

"Kita keluarga sudah siap di sini, katanya jenazahnya mau di bawa sebentar ini. Kita menunggu," ucapnya.

Sebelumnya, kontak tembak kembali terjadi antara Satgas Madago Raya dengan kelompok MIT Poso, Rabu (3/3/2021).

Perstiwa itu terjadi di Pegunungan Kilo 7 Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Dalam kejadian tersebut, satu prajurit Brimob Polda Sulteng, Briptu Herlis dilaporkan gugur.

Baca juga: Gempa 4,3 Magnitudo Guncang Morowali, BMKG: Getaran Dirasakan di Bahodopi dan Bungku Tengah

Baca juga: Update Corona di Sulteng, 3 Maret 2021: Catat 66 Kasus Baru, Tambahan Terbanyak di Kota Palu

Kejadian tersebut bermula dari patroli pengejaran yang dilakukan aparat yang tergabung dalam Satgas Madago Raya.

Patroli pengejaran tersebut merupakan rangkaian dari kejadian kontak tembak pada hari Senin (1/2/2021) lalu.

"Kontak tembak ini adalah merupakan serangkaian dengan kejadian pada hari Senin. Kemudian dilakukan pengejaran. Berawal dari patroli, kemudian terjadi kontak tembak lagi," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto kepada wartawan, Rabu (3/3/2021)

Dalam kontak tembak tersebut, Briptu Herlis gugur setelah mengalami luka tembak di bagian samping tubuhnya.

"Luka tembak di badan bagian samping satu peluru," kata Kombes Didik Supranoto.

Adapun kelompok MIT Poso yang terlibat kontak tembak pada Rabu (3/3/2021) diduga dipimpin langsung oleh Ali Kalora.

Sebagaimana diketahui, Ali Kalora merupakan pimpinan MIT Poso setelah Santoso tewas pada tahun 2016 silam.

"Kita duga kelompok ini adalah pimpinan Ali Kalora," jelas Kombes Didik Supranoto. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved