Gejolak Partai Demokrat

Tri Yulianto Sebut Demokrat Sudah Keluar Jalur: Bapaknya Majelis Tinggi, Anaknya Ketum, Ketua Fraksi

Mantan kader Demokrat, Tri Yulianto menilai Partai Demokrat belakangan ini sudah keluar jalur. Ia menganggap, Partai Demokrat menjadi partai dinasti.

YouTube/Akbar Faizal Uncensored
Mantan kader Partai Demokrat, Tri Yulianto mengatakan bahwa Partai Demokrat belakangan ini sudah keluar jalur 

TRIBUNWOW.COM - Mantan kader Partai Demokrat, Tri Yulianto menilai Partai Demokrat belakangan ini sudah keluar jalur.

Pasalnya, menurut Tri Yulianto, Partai Demokrat tidak lagi mengacu pada tujuan awal, yakni sebagai partai yang modern, terbuka dan humanis.

Ia menganggap, Partai Demokrat justru menjadi partai dengan prinsip dinasti.

Hal itu disampaikan dalam tayangan YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (4/3/2021).

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara rapat pimpinan Ketua Umum Demokrat dengan jajaran Ketua DPD, Jakarta, 1 Februari 2021.
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara rapat pimpinan Ketua Umum Demokrat dengan jajaran Ketua DPD, Jakarta, 1 Februari 2021. (HO/ Tribunnews)

Baca juga: 2 Hal yang Bikin Ibas Lebih Pantas Jadi Ketum Demokrat Ketimbang AHY Versi Marzuki Alie

Baca juga: Ruhut Sitompul Komentari Kisruh di Partai Demokrat: Rada Terpuruk, Mau Cari Pencitraan

Dilansir TribunWow.com, Tri Yulianto menyebut dampak dari partai dinasti mulai terlihat sejak ketua umum Partai Demokrat dijabat oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Karena secara bersamaan, posisi Sekjen Partai Demokrat ditempati oleh sang anak, yakni Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

Dikatakannya bahwa sejak saat itu, perolehan suara di Pemilu 2014 Partai Demokrat turun drastis, yakni hanya mendapatkan 10 persen dari yang sebelumnya bisa mencapai 20 persen.

"Pak SBY ini pernah menjadi ketua umum yang menjabat presiden," kata Tri Yulianto.

"Satu kali jadi ketua, Pemilu 2014 drop dari 20 persen ke 10 persen. Pasca beliau enggak jadi presiden tetap menjabat sebagai ketua umum, jatuh lagi ke angka 7 persen," tambahnya.

Menurut Tri Yulianto, merosotnya Partai Demokrat sejak dipimpin oleh SBY menjadi bukti bahwa ada penolakan dari masyarakat.

Disebutnya bahwa masyarakat tidak menerima Partai Demokrat yang berubah menjadi partai dinasti.

Bahkan ia menilai kondisi yang terjadi di kepemimpinan Partai Demokrat menjadi rekor buruk yang tidak pernah dialami di partai manapun.

Baca juga: Pendiri Partai Demokrat Sebut Kongres Luar Biasa Hari Ini Dihadiri 387 DPC dengan 1.500 Kader

Baca juga: Alasan Anak Bungsu SBY Dijagokan Marzuki Alie Jadi Ketum Demokrat Ketimbang AHY: Ibas Kalem, Tapi

"Baru pertama dalam sejarah perpolitikan Indonesia pada saat pemilu terbuka, bapaknya ketua umum partai, anaknya sekjen," ungkap Tri Yulianto.

"Terus hasil KLB kemarin (2020), bapaknya majelis tinggi, anaknya ketua umum, anaknya yang satu menjadi ketua fraksi, merangkap wakil ketua umum, merangkap wakil Banggar (Badan Anggaran) DPR RI.

"Coba tunjukkan saya partai mana di seluruh dunia ini," pintanya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved