Breaking News:

Ayo Ke Sigi

Perkenalkan, Ini 4 Jenis Kopi Unggulan Kabupaten Sigi yang Rasanya Mendunia

Sigi ternyata memiliki komoditas kopi yang rasanya tak kalah dengan daerah lain. Pemerintah telah menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan.

Handover
Kunjungan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi (tengah - baris belakang) di kantor TribunPalu.com  Jl Emmy Saelan, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Kabupaten Sigi ternyata memiliki komoditas kopi yang rasanya tak kalah dengan daerah lain.

Pemerintah Kabupaten Sigi telah menjadikan kopi sebagai komoditas unggulannya.

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi di Kantor TribunPalu.com, Jl Emmy Saelan, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/3/2021).
Pria kelahiran Desa Kantewu 1975 tersebut menyebutkan, Kabupaten Sigi mempunyai beberapa varian kopi dengan cita rasa tersendiri di kalangan penikmat kopi.

"Sigi memiliki kopi andalan seperti kopi kulawi Robusta, kopi Dombu arabika, kopi Lindi dan kopi Toratima (bajing loncat/kelelawar, red)," kata Samuel Yansen Pongi. 

Ilmuwan Berencana Bangun Gudang Sperma 6,7 Spesies Bumi di Bulan, Ini Tujuannya

Fitri Carlina Bocorkan Alasan Rizky Billar Enggan Umbar Tanggal Pernikahannya dengan Lesti Kejora

Jamin Kemudahan Administrasi bagi Investor, Wakil Bupati: Laporkan Kalau Ada Pungutan Liar

Menurut Samuel Yansen Pongi, dari 4 jenis kopi di Sigi itu, kopi Toratima yang paling menarik dan mempunyai cita rasa unik.

"Kopi Toratima mempunyai arti yaitu dipungut tidak di ambil dari pohon, dan ini memiliki rasa berbeda dari kopi lainnya, dalam perjalananya, kopi ini menjadi perdebatan di tengah penikmat kopi, awalnya bagus tapi endingnya jadi tidak baik," ucapnya.

Samuel Yansen Pongi menambahkan, hal tersebut karena tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar dalam jumlah besar sehingga para pecinta kopi Torakima kecewa.

Maka Pemda Sigi berencana mengganti nama kopi Torakima menjadi Kipra (kopi sigi petik merah)

"Secara produksi, kami tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar penikmat kopi karena petani kopi ini hanya menunggu jatuh dan belum terdapat peternakan untuk hewan pemakan kopi ini di sigi," terang Samuel Yansen Pongi

"Sehingga banyak penikmat kopi torakima kecewa maka kami gantilah namanya menjadi Kipra (kopi sigi petik merah) dan kami pastikan rasanya tidak jauh berbeda karena dari hasil yang sama," tambahnya.

Selain Atta-Aurel, Pernikahan 7 Pasangan Artis Ini juga Tayang Live di TV, Anang-Ashanty Termasuk

Mahar yang Diberikan Vicky Prasetyo untuk Nikahi Kalina Ocktaranny, Mempelai Pria Ungkap Harapan Ini

BMKG: Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah Besok, Senin 15 Maret 2021: Waspada Cuaca Ekstrem di 13 Daerah

Wakil Bupati Sigi tersebut menjelaskan, kopi Kipra memiliki kelebihan tersendiri karena tempat hidupnya berada di cagar biosfer.

"Kami akan buat brand tersendiri dan cita rasanya akan kelebih nikmat karena hidup di kawasan biosfer," jelasnya.

Samuel Yansen Pongi menyebutkan, kedepannya komoditi kopi akan di kelolah menggunakan alat ramah lingkungan dan menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sigi.

"Semoga brand ini dapat diterima oleh masyarakat sehingga produk ini bisa berkelanjutan dengan jangka panjang," terangnya.

"Dan kedepannya kami akan mengelola kopi menggunakan alat yang ramah lingkungan dan dijamin kehigienisan nya sampai menjadi kemasan yang siap dijual," tambah Samuel Yansen Pongi.

Lebih lengkapnya simak video di bawah ini:

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved