Rabu, 29 April 2026

Hari Air Dunia

Ketua HATHI Sebut Genangan Air Faktor Kerusakan Jalan Perkotaan

Beberapa ruas jalan di Kota Palu, Sulawesi Tengah digenangi air setelah diguyur hujan. Genangan air di jalan dapat merusak jalan

Editor: mahyuddin
handover
Saliman Simanjuntak Di kantor BWS di Jl Abdul Rahman Saleh Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Sulawesi Tengah, Rabu (17/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Beberapa ruas jalan di Kota Palu, Sulawesi Tengah digenangi air setelah diguyur hujan.

Praktisi Sumber Daya Air Himpunan Ahli Tehnik Hidroulik Indonesia (HATHI) Saliman Simanjuntak menyebutkan, genangan air di jalan dapat mengangkat partikel dan merusak jalan.

"Banyak sekali tumpukan-tumpukan air yang mengganggu dan ini bukan hanya sekedar mengganggu kita berjalan tetapi itu merusak fasilitas yang ada khususnya jalan raya itu sendiri," kata Saliman Simanjuntak saat menjadi narasumber di Hari Air Dunia, Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) III Sulawesi Tengah, Jl DR Abdurrahman Saleh, Kota Palu, Kamis (18/3/2021).

Ia menjelaskan bagaimana proses tumpukan air dapat merusak jalan karena energi kinetik dari air dapat mengangkat material jalan ke atas sehingga menyebabkan kerusakan pada jalan.

"Setiap benda yang direndam air mendapatkan tekanan ke atas jadi dia mendapatkan gaya ke atas dan ketika air itu mengalir dia akan mendapatkan energi kinetik yang dapat mengangkat material-material ke atas dan merusak jalan," jelasnya.

Baca juga: 3 Bulan, Polisi Tuntaskan 129 Kasus Pencurian di Sulawesi Tengah

Baca juga: Luapkan Uneg-uneg Soal All England 2021, Anthony Ginting: Liga Inggris Jalan, Kok Kami Nggak?

Baca juga: Jam Istirahat, Kantor Lurah Tondo Palu Masih Dipadati Warga

Saliman Simanjuntak menambahkan, jika hal tersebut dapat dilihat di beberapa ruas jalan di Kota Palu seperti seperti di Jl Mohamad Yamin, Jl Basuki Rahmat, Jl Diponegoro, dipenuhi genangan air saat turun hujan.

"Beberapa tempat jalan telah terkelupas karena energi kinetis dan daya angkat yang di mana drainasenya itu sudah dibuat dengan sangat bagus tapi ada drainase kalau hujan datang itu kosong hampir kosong malah air justru mengalir di atas aspal," terang Saliman Simanjuntak

Saliman Simanjuntak menyebut cara memasukkan air hujan ke dalam drainase masih belum pas sehingga perlu dibenahi.

"Drainase di pinggir kiri dan kanan sebenarnya sudah betul namun cara memasukkan air hujan ke dalamnya itu belum pas," ucap Saliman Simanjuntak.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved