Breaking News:

Pelaksanaan PPKM Mikro Kembali Diperpanjang 23 Maret hingga 5 April 2021, Ini Daftar Wilayahnya

Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro), mulai 23 Maret-5 April 2021

Kompas.com
Suasana PPKM di Indonesia, Petugas sedang melakukan sosialisasi 5M secara door to door di daerah Kelurahan Kumpulrejo. 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro), mulai 23 Maret hingga 5 April 2021.

Dalam PPKM Mikro Tahap IV ini wilayah pemberlakuan diperluas.

PPKM periode ini dilakukan tambahan ke lima provinsi, yaitu :

  • Kalimantan Selatan (Kalsel)
  • Kalimantan Tengah (Kalteng)
  • Sulawesi Utara (Sulut)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Nusa Tenggara Barat (NTB) 

Baca juga: 12 Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako Ikuti Program Kampus Mengajar, Ini Daftar Namanya

Dilansir melalui video yang diunggah pada kanal YouTube Kemenko Perekonomian, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan terkait hal tersebut.

Keputusan tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 6 Tahun 2021 yang terbit pada tanggal 19 Maret 2021.

“Diperluas ke lima daerah lainnya yang menurut data dari Satgas [Penanganan] COVID-19 maupun dari Kemenkes [Kementerian Kesehatan] memerlukan atensi, yaitu Sulut, Kalsel, Kalteng, NTT, dan NTB, kemudian total 15 provinsi,” jelasnya.

Pada periode sebelumnya, PPKM Mikro telah dilaksanakan di sepuluh provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan evaluasi, pelaksanaan PPKM Mikro di wilayah-wilayah tersebut berlangsung cukup baik dan efektif menekan laju kasus aktif COVID-19.

Untuk itu, sebagai langkah memaksimalkan upaya penekanan angka kasus positif.

Baca juga: Bawa Satu Paket Sabu, Warga Pesaku Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Sigi Sulawesi Tengah

PPKM Mikro kembali diperpanjang serta diperluas ke daerah yang memenuhi parameter persentase kasus aktif, persentase kesembuhan, persentase kematian, dan tingkat Bed Occupancy Ratio (BOR) yang telah ditetapkan.

Halaman
123
Penulis: Dinda Nur Alifah
Editor: Isti Prasetya
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved