Breaking News:

All England 2021

Ramai Warga Indonesia Protes BWF soal All England 2021, BPIP: Pelecehan terhadap Martabat Bangsa

Romo Antonius Benny Susetyo mengatakan jika dipaksa mundurnya Indonesia dari All England 2021 ini bukan sekadar pelecehan bangsa Indonesia.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Ananda Putri Octaviani
badmintonindonesia.org
Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya, atlet Indonesia yang harusnya bertanding di All England 2021, namun terpaksa pulang dengan kekecewaan berdasarkan keputusan BWF. 

TRIBUNPALU.COM - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Antonius Benny Susetyo menilai bentuk protes warga kepada Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) soal mundurnya Indonesia di All England 2021 disebabkan oleh rasa Nasionalisme.

Menurut budayawan kelahiran Malang, 10 Oktober 1968 itu, Nasionalisme Indonesia sudah berakar dengan proses internalisasi kebangsaan.

Hal ini sudah dibangun sejak dahulu, bahkan sebelum adanya kemerdekaan melalui Sila ke-3, Persatuan Indonesia.

"Itu kan sebagai bentuk protes karena ketidakadilan dan melukai rasa Nasionalisme," ucap Benny saat menjadi narasumber di talkshow Rumah Budaya Nusantara, Minggu (21/3/2021).

"Jadi ketika terjadi pelecehan terhadap martabat bangsa, maka dengan sendirinya rasa solidaritas yang luar biasa," sambungnya saat dikutip TribunPalu.com dari laman Tribunnews.com.

Baca juga: Tanpa Kento Momota, Jepang Dominasi Final All England 2021, Kata All Japan Trending Topic di Twitter

Baca juga: Dipaksa Mundur di All England 2021, Tim Indonesia Ucap Terimakasih Bisa Pulang Hari Ini ke Tanah Air

Alumni Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang ini juga mengatakan jika dipaksa mundurnya Indonesia dari All England 2021 ini bukanlah sekadar pelecehan bangsa Indonesia.

Baca juga: Akun Instagram Lama Hilang, Kini Akun Baru All England Diserbu Netizen Indonesia

Baca juga: Anthony Ginting Heran dengan Aturan Prokes di All England 2021: Giliran Liga Inggris Kok Bisa Main?

Ia menuturkan bahwa ini merupakan bentuk ingkar terhadap semangat sportivitas untuk pagelaran olahraga dunia.

Benny juga menyarankan BWF untuk melakukan refleksi terlebih dahulu, karena keputusan yang dibuatnya tersebut merupakan bentuk kesalahan.

"Kan mereka (atlet Indonesia) tidak salah, seluruh mekanisme mereka sudah dijalankan," sambung Benny.

Perlakuan Diskriminasi

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved