Gejolak Partai Demokrat
Moeldoko Menjawab Lewat Instagram, Kubu AHY: Pernyataannya Hanya Pepesan Kosong
Kepala Staf Presiden Moeldoko mengeluarkan pernyataan terkait dirinya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB).
TRIBUNPALU.COM - Kepala Staf Presiden Moeldoko mengeluarkan pernyataan terkait dirinya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.
Melalui akun Instagram @dr_moeldoko, mantan Panglima TNI itu menyebut dirinya didaulat menjadi ketum partai berlambang mercy tersebut.
"Saya ini orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat, dan kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di tubuh Partai Demokrat," jelas Moeldoko.
Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengomentari postingan Moeldoko di Instagram tersebut.
Baca juga: Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar: Beraksi Bareng Wanita, Bagian dari JAD
Baca juga: Polisi Bekuk Dua Tersangka Kasus Pencurian di Kota Palu, 1 di Antaranya Berstatus Pelajar
Baca juga: Berikut Jadwal Kapal Motor di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Tawarkan Tiket dengan Harga Terjangkau
Kamhar menuding Moeldoko telah melakukan penyesatan opini dengan mencoba membangun kesan seolah dirinya adalah aktor pasif dalam kisruh di Partai Demokrat.
"Ini bentuk penyesatan opini. Moledoko mencoba membangun kesan seolah menjadi aktor pasif yang menerima pinangan," kata Kamhar dilansir dari Kompas, Senin (29/3/2021).
"Namun kenyataan yang didukung oleh banyak bukti ia adalah aktor aktif sekaligus aktor kunci yang menggunakan mantan-mantan kader Partai Demokrat sebagai operator yang tergabung dalam gerombolan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD)," ujar dia.
Selain itu menurut Kahmhar, Moeldoko telah membodohi publik dengan mengungkap alasannya mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat untuk menyelamatkan partai tersebut.
Menurut Kamhar, alasan itu dapat diterima jika Moeldoko memiliki modal politik atau rekam jejak istimewa sehingga ia dapat mendongkrak elektabilitas Demokrat.
Padahal, kata Kamhar, Moeldoko yang sempat menjadi petinggi Partai Hanura pun tidak mampu mempertahankan capaian Partai Hanura hingga partai itu tak lagi menghuni DPR karena tidak melewati ambang batas parlemen.
"Jadi semakin menegaskan bahwa secara empirik pun Moeldoko tak punya kompetensi di bidang politik. pernyataannya hanya pepesan kosong semata," ujar Kamhar.
Moeldoko mengaku khilaf
Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Moeldoko, mengaku tidak memberitahu istri dan keluarganya saat menerima tawaran menjadi pimpinan tertinggi pada partai berlambang mercy itu.
Baca juga: Curiga, Pria Sembunyi Selam 6 Jam di Bawah Kasur Lalu Tikam Selingkuhan Istrinya saat Tertidur
Diketahui, KLB Partai Demokrat digelar, Jumat (5/3/2021) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Saya juga khilaf sebagai manusia biasa tidak memberitahu kepada istri dan keluarga saya atas keputusan yang saya ambil," kata Moeldoko melalui postingan instagram miliknya dr_Moeldoko, Minggu (28/3/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kepala-staf-kepresidenan-moeldoko.jpg)