Breaking News:

Mendikbud: Juli 2021 Belajar Tatap Muka Dimulai dengan 50% Kapasitas Kelas Setelah Lebaran Idul Adha

Juli 2021 itu hanya aspirasi dari pemerintah pusat. Daerah dan sekolah yang sudah buka saat ini silakan dilanjutkan.

Tribun Palu/facebook
BELAJAR TATAP MUKA - Tahapan Vaksinasi SISWA sebelum dimulai belajar tatap muka di masa pandemi, Juli 2021 mendatang. Ini dikemukakan menteri Nadiem Makarim dalam pengumuman SKB 4 Menteri tentang Pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi. 

Sebelum sekolah tatap muka dimulai, harus divaksin. Untuk murid PAUD, TKU, SD siswa SMP, SMA, madrasah, pesantren dan perguruan tinggi, dimulai Mei 2021 hingga Juni 2021.

AMBON, TRIBUNAMBON.COM —  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah akan merusak sendi-sendi pendidikan dasar satu bangsa. 

Pembelajaran dari rumah bagi semua jenjang pendidikan segera diakhiri, dan siswa bisa kembali belajar di kelas di tahun ajaran baru 2021, atau dimulai setelah Lebaran Idul Adha 1442 Hijriyah, atau pertengahan Juli 2021.

Lebaran Idul Fitri 2021 jatuh 14 Mei 2021. Sedangkan Lebaran Idul Adha 1442 H, tanggal 19 Juli 2021.

Secara spesifik, Nadiem juga menyebutkan, belajar tatap muka di sekolah hanya mengakomodir 50% dari kapasitas ruang kelas.

“Jika selama ini satu kelas hanya 36 siswa, maka jika sekolah dibuka hanya 13 siswa tiap rombel.” kata Nadiem dalam sesi pengumuman Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 secara daring dari Jakarta, Selasa (30/3/2021), pukul 12.30 WITA.

Selain Nadiem hadir juga Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi, Wakil Menteri Agama Zainal Tauhid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPP Mayjen TNI Doni Munardo, dan Satgas Penanggulangan Covid-19.

Dikemukakan juga, belajar tatap muka  belum mengizinkan kantin sekolah dibuka.

“Tak ada ekstra-kurikuler, olahraga, dan semua aktivitas yang berkerumun,.”

Pembatasan jarak di sekolah ini, akan dievaluasi selama dua bulan.

Halaman
123
Penulis: Alan Sahrir
Editor: Tamzil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved