Breaking News:

Bom Meledak di Makassar

FKPT Sulteng: Jangan Identikan Kasus Bom Makassar Dengan Agama Tertentu

Ketua FKPT Sulawesi Tengah Nur Sangadji mengungkapkan, kejadian di Makassar jangan sampai membuat perpecahan di antara anak bangsa.

Handover
Nur Sangadji, Ketua FKPT Sulteng dan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tadulako 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Insiden ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan masih hangat dalam perbincangan kalangan pemerhati dan akademisi.

Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah Nur Sangadji mengungkapkan, kejadian di Makassar jangan sampai membuat perpecahan di antara anak bangsa.

Dosen Mata Kuliah Pancasila di Universitas Tadulako itu menuturkan, Kasus pengeboman di depan Gereja Katedral Makassar tak boleh diidentikkan dengan Agama manapun.

Sebab menurutnya, beberapa kejadian di dunia tentang pengeboman tak identik dilakukan oleh oknum Agama Islam melainkan ada juga dari oknum dari agama tertentu.

"Jangan terpengaruh dengan kejadian Makassar itu yang membuat kita merasa minder sebab semuanya mengarah kepada Islam," ujar Nur Sangadji Kamis (1/4/2021) sore.

Baca juga: Ini Agenda Rakorwil Nasdem Sulteng Jumat Besok

Baca juga: Rakorwil DPW Partai Nasdem Sulawesi Tengah: Rombongan DPP Dipimpin Ahmad M Ali Tiba di Palu

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tadulako tersebut mengingatkan, tak salah melakukan tindakan mengutuk dan mengecam keras terkait kasus pengeboman di Makassar.

"Mengutuk tidak salah, hanya semua harus dianalisis dengan sebaik-baiknya," katanya.

Sebelumnya Minggu (28/3/2021) pagi, Warga Makassar dikejutkan dengan informasi sebuah bom meledak di depan Gereja Katedral.

Ledakan terjadi di Jl Kajaolalido - MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Halaman
12
Penulis: Moh Salam
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved