Breaking News:

Sidang Habib Rizieq Shihab

Eksepsi Habib Rizieq Shihab Ditolak, Proses Hukum Dilanjutkan Meski Sudah Bayar Denda Rp 50 Juta

Majelis Hakim menolak eksepsi Habib Rizieq Shihat (HRS) dalam kasus kerumunan atau dugaan pelanggaraan kekarantinaan kesehatan di Petamburan.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Habib Rizieq Shihab (HRS) 

TRIBUNPALU.COM - Majelis Hakim menolak eksepsi Habib Rizieq Shihat (HRS) dalam kasus kerumunan atau dugaan pelanggaraan kekarantinaan kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Putusan tersebut dibacakan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (6/4/2021).

Proses hukum terhadap mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu tetap dilanjutkan meski dirinya telah membayar denda Rp 50 juta.

Majelis Hakim menjelaskan bahwa denda tersebut hanya bersifat administratif.

"Pembayaran denda administratif yang dikeluarkan Satpol PP DKI Jakarta, bukan sanksi dari lembaga peradilan tetapi pemberian sanksi tersebut bersifat administratif dari pemerintah DKI Jakarta," kata hakim membacakan putusan sela.

Baca juga: Akibat Salah Titik Lokasi Google Maps, Rombongan Seserahan Salah Alamat, Tamu Sudah Sempat Foto-foto

Baca juga: Dukung Program Kota Adipura, Lurah Silae: Sampah Masyarakat Siap Kami Beli

Baca juga: PBSI Resmi Batalakan Turnamen Bulu Tangkis Indonesia Master Super 100, Kenapa?

"Karena itu pemberian sanksi administratif terhadap terdakwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai putusan hakim," lanjut jaksa.

Sebelumnya, Rizieq Shihab yang terjerat kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 mengatakan dirinya sudah membayar denda Rp 50 juta.

Sehingga, menurut dia, proses hukum terhadap dirinya tidak dapat lagi dilakukan, atau sesuai dengan asas nebis in idem seperti yang tertulis dalam Pasal 76 KUHP, tulis kuasa hukum Rizieq dalam nota keberatan (eksepsi) yang dibacakan Jumat (26/3/2021).

Berdasarkan eksepsi tersebut, diberitakan bahwa Rizieq dan FPI membayar sanksi denda administratif pada hari Minggu (15/11/2020), atau sehari usai terjadinya kerumunan di kediaman Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat.

Kerumunan tersebut berkaitan dengan acara pernikahan putri keempat Rizieq yang dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sekitar 10.000 orang hadir dalam acara tersebut. Kerumunan itu terjadi saat pemerintah sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penularan Covid-19.

Baca juga: Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 6 April 2021: Total 4.150 Kasus, 3.239 Orang Sembuh

Baca juga: Menilik Pembukaan Sekolah di Jepang selama Pandemi Covid-19, Bagaimana dengan Indonesia?

Baca juga: Frustasi Dua Kali Menjanda, Wanita Muda Ini Nekat Jadi PSK, Ibu Kandung Carikan Pelanggan

Pada hari ini, Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang putusan sela untuk tiga perkara terkait Rizieq Shihab, yakni perkara nomor 221, 222, dan 226.

Perkara nomor 221 dan 226 adalah kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan yang terjadi di Petamburan, Jakarta Pusat, dan Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk terdakwa Rizieq.

Sementara itu, perkara nomor 222 adalah kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan yang terjadi di Petamburan untuk lima terdakwa, yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Alhabsy, dan Maman Suryadi.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Rizieq Shihab Minta Kasusnya Dihentikan karena Sudah Bayar Rp 50 Juta, Ini Jawaban Hakim

Editor: Muh Ruliansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved