Ramadhan 2021

Ramadhan dan Idulfitri 1442 H saat Pandemi Covid-19, Ini 12 Panduan Ibadah dari Kementerian Agama RI

Kemenag kembali menerbitkan surat edaran tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah di tengah Pandemi Covid-19.

Penulis: Rezha Rinaldy | Editor: Haqir Muhakir
vecteezy.com
Ilustrasi Ramadan 

TRIBUNPALU.COM - Ibadah puasa Ramadhan 2021 tinggal menunggu hari. 

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) segera menggelar sidang isbat menentukan awal Ramadan 1442 H pada 12 April 2021.

Masyarakat muslim di Indonesia kembali harus menjalankan ibadah puasa di tengah suasana pandemi tahun ini.

Maka dari itu Kemenag kembali menerbitkan surat edaran tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah di tengah Pandemi Covid-19.

Dikutip dari kemenag.go.id, surat edaran tersebut mengatur tentang diizinkannya kegiatan buka puasa bersama, salat berjemaah (lima waktu, tarawih, dan witir), tadarus Al-Qur'an, serta iktikaf, dengan jumlah kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau musala. 

Surat edaran juga mengatur tentang kegiatan yang harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti; menjaga jarak antar jemaah minimal satu meter, dan membawa sajadah atau mukena masing-masing.

Tetapi, ketentuan dalam surat edaran ini tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye. 

"Menteri Agama sudah menerbitkan edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H. Namun, edaran itu tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye berdasarkan ketetapan Satgas Covid setempat," ucap Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 juga telah menetapkan beberapa kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran virus. Ada empat kriteria wilayah, yaitu zona hijau (tidak terdampak), zona kuning (risiko rendah), zona oranye (risiko sedang), dan zona merah (risiko tinggi). 

"Edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri bisa diberlakukan pada wilayah yang masuk zona hijau dan kuning," ungkap Kamaruddin.

Pihaknya menyampaikan bahwa, surat edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid 19.

Bacaan Niat Qadha/Ganti Puasa Ramadhan dan Doa Buka Puasanya (consumerreports.org)
Dikutip dari laman yang sama,berikut ini panduan ibadah puasa dan Idul Fitri 2021:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syari lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved