Breaking News:

Palu Hari Ini

Tumpukan Sampah Jadi Marka Jalan di Pasar Inpers Manonda Palu

Ban yang dijadikan sebagai sarana pengatur lalu lintas di perempatan pasar Sentral Inpres Manonda, kini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Putri Safitri
TRIBUNPALU.COM
Tumpukan sampah di atas ban perempatan pasar Sentral Impres Manonda Jl Kunduri, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ban yang dijadikan sebagai sarana pengatur lalu lintas di perempatan pasar Sentral Inpres Manonda Jl Kunduri, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah kini dijadikan tempat pembuangan Sampah oleh warga.

Menurut pantauan TribunPalu.com, sabtu (10/4/2021) tumpukan Sampah sisa sayur dan makanan terlihat memenuhi ban tersebut.

Terlihat mulai Sampah basah hingga Sampah kering menumpuk di atas ban dengan bungkusan kresek agar tidak jatuh ke jalan.

Tumpukan Sampah tersebut sudah ada yang membusuk sehingga menimbulkan aroma tidak sedap.

Tumpukan sampah di atas ban perempatan pasar Sentral Impres Manonda Jl Kunduri, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah
Tumpukan sampah di atas ban perempatan pasar Sentral Impres Manonda Jl Kunduri, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (TRIBUNPALU.COM)

Baca juga: Rektor Resmi Dilantik, Rajindra Pimpin Universitas Muhammadiyah Palu untuk Kedua Kali

Baca juga: Petugas Kesehatan Bandara Mutiara Palu Bantah Harga GeNose Rp 80 Ribu

Baca juga: Layaknya Pemilu, Pemilihan Ketua LPM Abadi Talise Palu Dicoblos di Bilik Suara

Selain itu, tumpukan Sampah tersebut juga sangat tidak elok untuk di pandang mata.

Dikarenakan saat ini pasar Inpres merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Palu.

Ban yang dijadikan sebagai sarana pengatur lalu lintas di perempatan pasar Sentral Impres Manonda
Ban yang dijadikan sebagai sarana pengatur lalu lintas di perempatan pasar Sentral Impres Manonda (TRIBUNPALU.COM)

Hardiyanti mengatakan, sering melihat warga membuang Sampah sisa di atas ban tersebut.

"Ia sering memang di buang di situ," ucapnya kepada TribunPalu.com

Ia juga menyebutkan jika mobil truk pengangkut Sampah hingga berhari-hari baru di angkut

"Biasanya sampai dua tiga hari baru di muat mobil," jelasnya (*)

Baca juga: Antisipasi Dampak Pemanasan Global, Akademisi Untad Sarankan Pemerintah 3 Hal Ini

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved