Breaking News:

Ramadhan 2021

Mengenal Dengu-dengu, Tradisi Unik Ramadan di Bungku Morowali

Di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Bungku, Ramadan disambut warga dengan mendirikan menara dari bambu di depan masjid.

Penulis: Nur Saleha | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/UNDINK
Dengu-dengu di Jl Pepakulia, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah, diabadikan Tribun beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Umat Muslim di dunia berpuasa selama sebulan penuh setiap Ramadan.

Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Muslim.

Kedatangan bulan suci itupun disambut umat Muslim dengan berbagai cara.

Di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tepatnya di Kota Bungku, Ramadan disambut warga dengan mendirikan menara dari bambu di depan masjid.

Menara kurang lebih setinggi 5-7 meter. Di puncaknya terdapat gubuk dari anyaman bambu.

Menara itu lebih dikenal dengan sebutan Dengu-dengu.

Baca juga: Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 2021 dari Pemerintah, Zona Merah dan Oranye Tidak Termasuk

Baca juga: Jadwal Imsakiyah, Salat 5 Waktu, dan Buka Puasa Ramadhan 2021 Kota Palu Lengkap dengan Niat Puasa

Baca juga: Jelajah Bahodopi Morowali, Kawasan Tambang PT IMIP, Intip Foto-fotonya

Alat musik yang dibunyikan di atas menara Dengu-dengu Jl Pepakulia, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah.
Alat musik yang dibunyikan di atas menara Dengu-dengu Jl Pepakulia, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah. (TRIBUNPALU.COM/UNDINK)

Menara biasanya dibuat warga secara bergotong royong sebelum Ramadan.

Dengu-dengu akan menjadi penanda waktu sepanjang Ramadan.

“Akan ada yang bertugas membunyikan gendang atau gong di atas menara di waktu tertentu sebagai penanda waktu, termasuk waktu sahur dan tarawih,” kata Lurah Matano Jamhar Samuda kepada TribunPalu.com, Minggu (11/4/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved