Gerebek Kampung Narkoba di Tangga Buntung, Polisi: Tak Bisa Disentuh, Banyak Oknum Membekingi

Penggerebekan kampung narkoba di kawasan Tangga Buntung, Kota Palembang, viral di media sosial, Minggu (11/4/2021).

(instagram @palembang_bedesau)
Sejumlah orang diamankan dari penggerebekan kampung narkoba di kawasan Tangga Buntung, Palembang, Minggu (11/4/2021). 

TRIBUNPALU.COM - Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi mengatakan, Kampung Narkoba yang digerebek petugas gabungan sudah sulit untuk disentuh.

Sebab, ada oknum-oknum yang membekinginya.

Penggerebekan Kampung Narkoba di kawasan Tangga Buntung, Kota Palembang, viral di media sosial, Minggu (11/4/2021).

Andi pun tak menyangkal bahwa lokasi itu merupakan sarang peredaran narkotika.

"Tangga Buntung ini kampung narkotika yang tidak bisa disentuh. Banyak oknum yang membekingi mereka," kata Andi, Minggu (11/4/2021), dikutip dari TribunSumsel.com.

Selain itu, akses jalan yang sulit juga menjadi keamanan untuk dilakukan penggerebekan.

Tak hanya itu, anggota Jatanras Polda Sumsel yang pernah melakukan penangkapan di sana ditusuk oleh pelaku.

"Memang rumit di lokasi. Dulu saja ada anggota Jatanras untuk kejahatan kejahatan ditusuk. TKP, lorong-lorongnya itu sulit sekali kita gambar, ”ujarnya.

Dihujani Petasan

Bahkan, kata Andi, saat dilakukan penggerebekan di sana, petugas sempat dihujani petasan oleh para pelaku.

Akibat lemparan petasan itu, lokasi penggerebekan dipenuhi asap hitam.

Beberapa orang memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.

Kemudian ratusan petugas melakukan pengejaran para pengedar dan pemakai yang kabur.

"Petasan itu ditembakkan ke arah kami karena para pelaku terbaik," katanya.

65 orang yang ditangkap petugas gabungan saat menggerebek Kampung Narkoba di Jalan M Kadir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (11/4/2021). (KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menangkap 65 orang, yang terdiri dari 59 laki-laki dan enam perempuan, satu di antaranya istri bandar besar berinisial HJ. Kata Andi, HJ diduga merupakan istri salah satu bandar besar di lokasi tersebut.

“HJ ini istri dari bandar besar, suaminya sudah kita tetapkan DPO,” jelasnya.

"Saat kami gerebek rumah HJ, sabu ini ditemukan di atas plafon rumah. Ada 1,5 kilogram," lanjutnya.

Kata Andi, penangkap 65 orang yang berlangsung di empat lokasi, yakni Lorong Manggis, Cek Latah, Lorong Segayam, dan Lorong Masjid yang masih berada di kawasan Jalan M Kadir.

Dari penggerebekan ini, selain menangkap 65 orang, turut juga diamankan barang bukti berupa sabu 1,5 kg, 8 buah senjata tajam, 42 petasan, 41 bong, dan 1 botol cuka para. Kemudian, 5 timbangan digital, 2 HT, 33 ponsel, 1 unit decoder CCTV, 73 korek api, 109 buah pirek, dan 2 mobil CRV. Baca juga: Kronologi Remaja Tewas Saat Mengadang Truk Tronton, Viral di Medsos

Kronologi

Penggerebekan ini telah direncanakan dengan matang selama satu pekan terakhir.

Dari penggerebekan ini, diamankan sebanyak 65 orang dengan barang bukti, alat isap sabu, 1,5 kg Sabu, senjata tajam serta air keras.

Penggerebekan ini dilakukan Tim gabungan Res Narkotika Polrestabes Palembang bersama Brimob Polda Sumsel.

Saat penggerebekan, jalan di sekitar kawasan ini sempat macet.

Polisi sempat mendapat perlawanan, beberapa orang berusaha kabur dan menghujani petugas dengan mercon.

Akibat lemparan mercon itu, lokasi penggerebekan dipenuhi asap hitam. Beberapa orang memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.

Kemudian ratusan petugas gabungan melakukan pengejaran para pengedar dan pemakai yang kabur.

Dari 65 orang yang diamankan, ada 6 orang wanita yang ikut diamankan Polrestabes Palembang.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Kronologi Penggerebekan Kampung Narkoba di Tangga Buntung Palembang, Petugas Dihujani Mercon

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved