Senin, 13 April 2026

KKSB di Papua Bakar Rumah Kepala Sekolah dan Anggota DPRD Kabupaten Puncak

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua membakar rumah kepala sekolah dan anggota DPRD.

Istimewa
Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua membakar dua unit rumah di Kabupaten Puncak, Papua. 

TRIBUNPALU.COM - Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua kembali melancarkan aksi terornya.

Kali ini, mereka membakar dua unit rumah di Kabupaten Puncak, Papua.

"Pada tanggal 13 April 2021 sekitar pukul 12.00 WIT bertempat di bawah ujung landasan Bandara Beoga, Distrik Beoga Kabupaten Puncak, telah terjadi aksi gangguan keamanan (bunyi letusan senjata sebanyak 4 kali) dan pembakaran 2 (dua) unit rumah, pemilik rumah atas nama  Junaidi Sulele (Kepala Sekolah SMP N Beoga) dan Menas Mayau (Anggota DPRD Kab Puncak) yang dilakukan oleh KSB," kata Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letkol Laut KH Deni Wahidin dalam keterangannya, Selasa (13/4/2021).

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dikarenakan pemilik rumah tidak berada di tempat kejadian.

"Situasi sampai dengan Pukul 13.30 WIT sudah kondusif dan TNI-Polri masih melaksanakan siaga 1," ungkap Deni.

Baca juga: Dua Prajurit TNI Ditembak, Satu di Antaranya Gugur Saat Kontak Senjata dengan KKSB di Intan Jaya

Baca juga: Seorang Anggota KKSB di Intan Jaya Tewas, Tim Gabungan Sita Dokumen Struktur Organisasi dan Senjata

Deni mengungkapkan, sebelumnya tercatat 12 kali bentuk nyata kekejaman KKSB terhadap masyarakat sipil atau nonmiliter sejak Januari 2021.

Mereka melakukan penembakan, pembunuhan, penyanderaan, dan pembakaran pesawat serta fasilitas publik.

Deni membeberkan daftar kekerasan KKSB terhadap warga sipil. Kekerasan pertama terpantau pada 13 Januari 2021.

"Tanggal 13 Januari 2021, KKSB melakukan pemanahan terhadap Sentot (35 tahun, asal Madiun, terkena panah pada leher sebelah kanan) dan Taperinus (28 tahun, OAP, terkena panah pada bagian dada sebelah kanan) di Jalan Cendrawasih SP 3 Karangsenang, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua (di sekitar bekas kantor GSBJ Timika)," kata Deni.

Pada 30 Januari 2021, KKSB melakukan penembakan terhadap warga sipil bernama Boni Bagau di Perbatasan Distrik Sugapa dan Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya Papua.

Penembakan itu menyebabkan korban meninggal dunia.

Sepekan kemudian atau pada 8 Februari 2021, KKSB melakukan penembakan terhadap masyarakat pendatang asal Makassar bernama Ramli.

Penembakan terjadi di kios milik korban di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Selang sehari, pada 9 Februari 2021, KKSB kembali melakukan pembunuhan terhadap masyarakat pendatang atas nama Rusman (41).

Pria berprofesi sebagai tukang ojek ini ditembak di Kampung Jenggerpaga, Distrik Ilaga Kabupaten Puncak. Korban meninggal dunia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved