Breaking News:

Sulteng Hari Ini

UMKM di Sulteng Capai 343.533 Unit

Data tersebut merupakan update terakhir di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah.

TRIBUNPALU.COM/SALAM
Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sulteng Margan Maguna 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah mencapai 343.533 unit.

UMKM tersebut tersebar di 13 kabupaten/kota.

Data tersebut merupakan update terakhir di Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sulteng Margan Maguna menyebutkan, dari pemetaan bahwa dari 343.533 unit UMKM di Sulteng itu terdiri dari tiga kategori.

Ketiga kategori tersebut diantaranya unit mikro, usaha kecil dan usaha menengah.

"Jadi kalau data terakhir jumlah mikronya 318.958 unit, Usaha kecil 22.685 unit dan Usaha menengah 1.890 unit," kata Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Margan dalam program Tribun Motesa-tesa dikutip, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: 5 Makanan Favorit Nabi Muhammad Selama Puasa Ramadhan, Sunah Dikonsumsi hingga Bikin Sehat

Baca juga: Bansos Tunai Rp 300 Ribu Terakhir Cair Bulan April 2021, LOGIN dtks.kemensos.go.id, Cek Penerimanya

Baca juga: Daftar Rumah Makan Beroperasi Hingga Sahur di Kelurahan Tondo Palu

Ia menyebutkan, ketiga kategori tersebut memiliki aturan berlaku sesuai Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dibagi kewenangan dalam melakukan pembinaan UMKM di Sulawesi Tengah.

"Aturannya itu kabupaten/kota membina bagian mikronya, pemerintah provinsi membina usaha kecilnya dan pemerintah pusat membina usaha menengahnya," ujar Margan.

Marga mengatakan, langkah dilakukan pemerintah provinsi dalam membina usaha kecil ialah dengan berbagai macam program kegiatan.

Hal tersebut guna mendorong, menumbuhkan dan memajukan UMKM khususnya usaha kecil.

"Kami aplikasikan pembinaan itu dengan program Pemda seperti perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM), kelembagaan, sarana prasarana peralatannya maupun dari segi pembiayaan dan pemasarannya," tutur mantan Kasi Pengembangan, Penguatan dan Perlindungan Usaha Koperasi itu.

Dari segi SDM misal pelatihan-pelatihan dengan menggunakan dana dari Pemerintah pusat dan juga Pemerintah Daerah.

"Ada pelatihan, sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek)," tutur Margan.(*)

Penulis: Moh Salam
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved