Breaking News:

Puasa Ramadhan 2021

Kapan Seseorang Dikatakan Musafir dan Diperbolehkan Berbuka Puasa saat Perjalanan Jauh?

Silaturahmi merupakan suatu hal yang dianjurkan saat bulan Ramadan. Namun, kapan seseorang dikatakan musafir? Kapankah mereka harus membatalkan puasa?

Tribun Jabar
ILUSTRASI - Jarak minimal seseorang diperbolehkan tidak berpuasa saat melakukan perjalanan jauh. 

Dalam uraian hadis tersebut, barang siapa yang bersilaturahmi atau menyambung persaudaraan niscaya Allah SWT akan memperpanjang usia dan menambah rezeki seseorang.

Namun berapakah jarak seseorang diperbolehkan tidak berpuasa jika sedang dalam perjalanan jauh atau musafir?

Dalam program Tanya Ustaz yang tayang di kanal YouTube Tribunnews.com, Ustaz Tajul Muluk menjelaskan hal tersebut secara detail.

Ia mengatakan, seseorang diperbolehkan tidak berpuasa saat menempuh perjalanan yang waktu tempuh perjalanannya bisa menjamak dan mengqasar salat.

"Kalau bisa mengqasar dan menjamak salat, berarti sudah disebut musafir," ujarnya dalam program yang dipandu oleh Ratu Sejati tersebut.

Baca juga: Ketahui Hal ini Sebelum Kamu Berolahraga Usai Sahur di Bulan Ramadhan

Baca juga: Hukum Berpacaran di Tengah Bulan Suci Ramadhan, Apa Membatalkan Puasa?

Ustaz Tajul membeberkan, jarak itu apabila dikira-kira dalam kilometer akan berjarak sekitar 80 km.

"Kalau dikira-kira sekitar 80 kilo meter," sambungnya.

Namun ia mengimbau, aturan tersebut berlaku jika jarak yang dilalui seseorang bersifat memberatkan.

Bila dirasa tidak berat, maka seseorang masih diperbolehkan berpuasa selama dalam perjalanan jauh.

Menurut Ustaz Tajul, zaman sekarang cukup berbeda jauh dengan zaman hidup Rasulullah SAW.

Halaman
1234
Penulis: Rahman Hakim
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved