Siklon Tropis Surigae Diprediksi Meningkat, 9 Wilayah Ini Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin
(BNPB) menyatakan dalam 24 jam ke depan Siklon Tropis Surigae diperkirakan mengalami kenaikan intensitas.
TRIBUNPALU.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dalam 24 jam ke depan Siklon Tropis Surigae diperkirakan mengalami kenaikan intensitas.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Dr. Raditya Jati dalam siaran persnya mengatakan, Siklon Tropis Surigae yang saat ini sedang terjadi di perairan Samudera Pasifik sebelah utara Papua Barat terus bergerak mengarah ke barat laut.
Berdasar analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Siklon Tropis Surigae tetap memberikan dampak tidak langsung bagi sejumlah provinsi di Tanah Air.
Meski siklon tersebut cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Menurut prediksi BMKG, posisi siklon tropis tersebut masih akan berada di perairan Samudera Pasifik hingga pukul 19.00 WIB.
Diperkirakan siklon akan bergerak menuju sebelah utara Maluku Utara, atau pada 11.7 LU dan 129.7 BT, atau sekitar 1.040 kilometer sebelah utara timur laut Tahuna.
BMKG memperkirakan, siklon tropis ini akan bergerak dengan kecepatan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.
Akibat adanya pergerakan dan fenomena siklon tropis tersebut.
Sehingga akan berdampak potensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sembilan wilayah.
Kesembilan wilayah tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Sementara gelombang air laut setinggi 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung - Likupang, Laut Maluku, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Halmahera, dan Perairan Biak hingga Jayapura.
Adapun gelombang air laut dengan ketinggian rata-rata 2.5-4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan Kep. Talaud dan Perairan utara Halmahera.
Serta gelombang air laut setinggi 4.0-6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.
Melalui Kedeputian Bidang Pencegahan, BNPB mengintruksikan kepada pemangku kebijakan di Kabupaten atau Kota di wilayah masing-masing agar siap siaga dalam menghadapi beberapa dampak dari siklon tropis tersebut.
Pemerintah di daerah diharapkan dapat melaksanakan amanah yang tertuang pada Surat Deputi Bidang Pencegahan BNPB nomor B27IBNPB/DIl/PK.03.02/04/2021 tanggal 13 April 2021.