Breaking News:

PSU Morowali Utara

Coblos Ulang di Morowali Utara, Bawaslu RI Utus 8 Pengawas di 2 TPS PT ANA

Sebanyak 900 orang karyawan di PT ANA, namun hanya 515 yang memiliki hak pilih.

handover/Bawaslu Sulteng
Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah (Sulteng) Jamrin 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM,PALU - Ada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi perhatian khusus Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Kabupaten Morowali Utara (Morut) pada Pemungutan Suara Ulang (PSU), Senin (9/4/2021).

Kedua TPS itu berada di area PT Agro Nusa Abadi (ANA) Jl Trans Sulawesi, Desa Molino, Kecamatan Petasia Timur, Morowali Utara, Sulawesi Tengah

Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah (Sulteng) Jamrin mengatakan, ada 3 TPS di Morut, hanya saja pada perusahaan tersebut dilakukan pemutakhiran sehingga jadi 4 TPS.

"PT ANA ini dibuat TPS khusus berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, jadi di sana dibuat TPS rayon 1 dan rayon 2," kata Jamrin kepada TribunPalu.com, Minggu (18/4/2021)

Jamrin mengatakan, sebanyak 900 orang karyawan di PT ANA, namun hanya 515 yang memiliki hak pilih.

"Sekarang Bawaslu itu melakukan pengawasan bahkan Bawaslu RI turun langsung dipimpin Ibu kordi dan penanganan pelanggaran Bawaslu yaitu Ibu Ratna Dewi," jelas Jamrin.

Baca juga: KPU Morowali Utara Pastikan Penyelenggara Kerja Maksimal di 4 TPS Coblos Ulang

Baca juga: Coblos Ulang di 2 Desa, KPU Morowali Utara Butuh Helikopter ke Daerah Terpencil

Baca juga: Jelang PSU Morut 19 April 2021, KPU Lantik Anggota PPK dan PPS

Dari Bawaslu RI sebanyak delapan orang turun langsung menjadi pengawas PSU di TPS PT ANA tersebut.

"Jadi Bawaslu RI turun juga dari bagian hukum, turun juga bagian pengawasan dan juga bagian pelanggaran," ucap Jamrin

"Dari Bawaslu Provinsi Sulteng juga turun karena ada 4 TPS di Morut diawasi langsung kemudian kami lakukan penguatan, supervisi terhadap Bawaslu Morut dalam rangka melakukan pengawasan pada hari Senin," ujar menambahkan.

Bagi karyawan PT ANA yang sudah memilih 9 Desember 2020 itu tidak lagi memilih 19 April 2021.

"Hasil pemilihan 9 Desember itu akan dihitung dan digabungkan dengan hasil pemilihan besok 19 April jadi itu Bawaslu pastikan bahwa benar orang yang sudah memilih tidak Bisa lagi diberi kesempatan," jelas Jamrin.(*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved