Tips Ramadhan

Bangun Kesiangan dan Lupa Sahur, Apakah Puasanya Tetap Sah? Ini Penjelasan Buya Yahya

Namun bagaimana jika kita lupa mengucapkan niat puasa? Apakah puasa yang kita kerjakan dianggap sah?

Editor: Haqir Muhakir
TribunTimur
ilustrasi membangunkan orang untuk makan sahur 

TRIBUNPALU.COM - Tak terasa umat muslim saat ini tengah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Di bulan Ramadan seluruh umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa.

Supaya ibadah puasa yang dilakukan sah, maka perlu adanya niat.

Sudah banyak website-website yang mengulas tentang niat puasa Ramadan.

Mulai dari bacaan niat hingga arti dari niat puasa itu sendiri.

Namun bagaimana jika kita lupa mengucapkan niat puasa?

Apakah puasa yang kita kerjakan dianggap sah?

Terlebih di awal bulan ramadan, yang mana tubuh kita masih perlu menyesuaikan dengan perubahan kebiasaan terutama kebiasaan bangun untuk makan sahur.

Baca juga: Buntut Beli Cilegon United, Raffi Ahmad Bakal Diseret ke Jalur Hukum, Kepala Dispora: Sangat Kecewa

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Lansia di Palu Masih 60 Persen

Lantas bagaimana hukumnya lupa membaca niat puasa?

Melansir tayangan YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan tentang perkara tersebut.

Merujuk pada pendapat imam besar dan para ulama, Buya Yahya mengungkapkan siapa saja yang berpuasa tetapi tidak mengucapkan niat dan tidak sahur, maka puasanya dianggap tidak sah.

"Bagi siapa pun yang tidak berniat di malam hari, tidak menginapkan niat di malam hari, dan juga tidak sahur,"

"Maka puasanya tidak sah menurut jumhur ulama," ujar Buya Yahya.

Namun, Buya Yahya mengungkapkan pendapat lain menurut mazhab Imam Abu Hanifa.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved