Jadi Senjata Dulang Keuntungan, PO Bus di Ciputat Naikkan Tarif sejak Diputuskannya Larangan Mudik

PO Bus di Ciputat menaikkan tarif sebelum diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah.

WARTAKOTA/NURISCHSAN
Para pemudik memadati Terminal AKAP Kali Deres, Jakarta Barat sebelum pelarangan mudik diberlakukan pemerintah pada 6 hingga 17 Mei mendatang. 

TRIBUNPALU.COM - Beberapa Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Bayangan Ciputat, Jakarta menaikkan tarif perjalanan di sejumlah wilayah tujuan.

Seperti rute dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Mereka menaikkan tarif ini sebagai jurus terakhir untuk mendulang keuntungan, sebelum tanggal 6 hingga 17 Mei yang sudah ditetapkan dilarang mudik.

PO bus menaikkan tarifnya sekitar 20 hingga 50 persen lantaran perusahaan bus harus menutup total agar tak dikenai sanksi.

Dikutip dari laman Tribunnews.com, salah seorang agen tiket Bus PO Prima Jasa Ciputat, Larno mengatakan kenaikan harga tiket ini sudah lazim jelang lebaran.

Baca juga: Mudik Lebih Awal lewat Jalur Laut: 250 Orang Berangkat dari Palu Via Pelabuhan Pantoloan

Baca juga: PT Pelni Tidak akan Jual Tiket Kapal saat Larangan Mudik

Terlebih dengan dilarangnya mudik, otomatis biaya operasional akan naik sehingga menaikkan ongkos menjadi satu-satunya cara yang efektif.

"Terpaksa harus naik. Karena gak ketutup jika pakai tarif normal, kasihan karyawan dan sopir. Dari PO ada kenaikan 25 Persen hingga 40 Persen tergantung jurusan dan kelas busnya," kata Larno saat dihubungi Tribunnews, Selasa (20/4/2021).

Ia menambahkan jika kenaikan ongkos tersebut dilakukan seusai izin dari pemerintah.

Sehingga pihak PO bus tidak khawatir jika dikenaka sanksi bila menaikkan tarif yang masih wajar.

Kenaikan tarif bus Prima Jasa Ciputat ini berlaku untuk jurusan Tasikmalaya, Garut, Subang, Cirebon, Indramayu, dan Singaparna.

Walaupun tarif bus naik, justru penumpang malah melonjak hingga 20 persen.

"Kebanyakan penumpang yang naik itu pergi ke jurusan Garut dan Tasik. Beberapa kayak Subang, Cirebon, Indramayu masih normal. Tapi diperkirakan akan terus melonjak sebelum tanggal 6," tutur Larno.

ILUSTRASI - Penumpang padati transportasi untuk mudik
ILUSTRASI - Penumpang padati transportasi untuk mudik (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Baca juga: Mudik lebih Awal: 90 Penumpang KM Labobar asal Indonesia Timur Tiba di Pelabuhan Pantoloan Palu

Tak hanya Larno, PO bus Sinar Jaya Ciputat juga telah menaikkan tarifnya sejak seminggu lalu.

Agen bernnama Yunus mengakui jika pihak PO sengaja menaikkan tarif sebelum diberlakukannya larangan mudik.

Tarif yang dinaikkan bahkan mencapai 50 persen.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved